Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 29 Apr 2026 20:07 WIB

Jawa Tengah Jadi Role Model Nasional, Paling Progresif Terapkan Ekosistem Halal


					Jawa Tengah Jadi Role Model Nasional, Paling Progresif Terapkan Ekosistem Halal Perbesar

 

 

PanselaNews.com [JAKARTA] – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menjadikan Jawa Tengah sebagai role model nasional, dalam implementasi ekosistem halal yang terintegrasi. Sebab, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah proaktif memasukkan aspek pariwisata ramah muslim dan ekonomi syariah, ke dalam rencana strategis jangka panjang.

Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan menyebut, gerak cepat Jawa Tengah dalam membangun ekosistem halal bisa menjadi standar bagi pemerintah daerah di Indonesia, dalam mendukung program wajib halal nasional.

“Jawa Tengah adalah role model terbaik, mulai dari kepedulian terhadap Rumah Potong Hewan (RPH), pengawasan UMKM, hingga pengembangan desa wisata halal,” katanya, saat menerima audiensi Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, di kantor BPJPH, Pinang Ranti, Jakarta Timur, Rabu (29/4/2026).

BACA JUGA  Hasilkan Sapi Premium, Peternakan Sapi di Purworejo Bisa Jadi Percontohan

Babe Haikal, sapaannya, juga menyoroti langkah progresif Jateng, dalam mengawasi lebih dari 4.000 Satuan Pelayanan Penyelenggara Gizi (SPPG), di mana 4.211 di antaranya sudah memiliki sertifikat halal.

Menurutnya, pengawasan SPPG di Jawa Tengah sudah melampaui standar higienitas dan sanitasi, dengan menambahkan kewajiban sertifikasi halal sesuai instruksi Presiden.

Sebagai bukti nyata sinergi pusat dan daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga telah menyiapkan hibah tanah dan bangunan, untuk pembangunan kantor perwakilan BPJPH di Jawa Tengah. Kehadiran kantor tersebut diharapkan menjadi pusat akselerasi layanan halal, yang lebih dekat dengan pelaku usaha.

“Ini adalah komitmen luar biasa. Kami berharap kerja sama intens seperti di Jawa Tengah ini, bisa segera terwujud di seluruh Indonesia,” pungkas Babe Haikal.

Sementara, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengungkapkan, komitmen menerapkan implementasi ekosistem halal yang dia kawal, merupakan tindak lanjut konkret dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2027.

BACA JUGA  Jelang Puncak Arus Mudik, Kapolda Jateng Jelaskan Strategi Hadapi Bangkitan Arus Kendaraan

Dalam peta jalan tersebut, Jawa Tengah menempatkan pariwisata berkelanjutan yang ramah muslim, sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kunjungan kami ke BPJPH bertujuan untuk menyinkronkan perencanaan tahun 2027. Kami ingin memastikan bahwa pada tahun 2027, kesadaran masyarakat dan pelaku usaha terhadap standar halal di Jawa Tengah meningkat,” ujar dia.

Taj Yasin menjelaskan, langkah-langkah yang dilakukan untuk membangun ekosistem tersebut di antaranya mencakup penguatan regulasi, pendampingan pelaku usaha, hingga pengawasan ketat terhadap produk yang beredar, guna menjamin kenyamanan wisatawan maupun konsumen lokal.

Salah satu poin yang menjadi perhatian dalam audiensi tersebut, adalah strategi percepatan sertifikasi halal bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

BACA JUGA  Tenggelam Saat Mancing di Sungai Ngabeyan, Remaja asal Girimarto Wonogiri Ditemukan Tak Bernyawa

Sosok yang akrab disapa Gus Yasin ini menyadari, keterbatasan anggaran daerah (APBD) seringkali menjadi kendala dalam memfasilitasi sertifikasi halal secara massal.

Untuk menyiasati hal tersebut, Pemprov Jateng meluncurkan konsep kolaborasi kreatif, dengan menggandeng perusahaan untuk menjadi Orang Tua Asuh bagi UMKM. Perusahaan-perusahaan ini nantinya akan membantu memfasilitasi biaya dan proses sertifikasi halal, bagi UMKM binaan mereka.

“Apabila anggaran APBD Provinsi maupun kabupaten/ kota sudah terserap maksimal, kami tidak akan berhenti di situ. Kami akan merangkul perusahaan-perusahaan besar untuk menjadi orang tua asuh bagi UMKM,” jelas Gus Yasin. (*)

Editor: Sarno Kenes

Penulis

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tamu se-Nusantara Dibikin Ketagihan Kuliner Jawa Tengah

12 September 2026 - 15:11 WIB

Menag RI Puji Kesiapan Jateng Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional

12 September 2026 - 14:47 WIB

Gara-gara Cemburu, Suami di Tulungagung Bakar Mobil Tetangga

12 September 2026 - 07:45 WIB

MTQ Nasional di Jateng Jadi Momen Pulang ke “Rumah Kedua” Gubernur Kaltara

12 September 2026 - 06:57 WIB

Menag Nasaruddin Umar: Jadikan Al-Qur’an sebagai “Living Qur’an”

11 September 2026 - 20:07 WIB

Olahraga Pagi Sambil Cek Kesehatan Gratis, Biddokkes Polda Jateng Layani 150 Warga di Lapangan Sidodadi

11 September 2026 - 11:11 WIB

Trending di Berita Terkini