Senin, 26 Oktober 2026
Breaking
Berita Terkini

Karhutla Gunung Sumbing Padam, Warga Berharap Kebakaran Tak Terulang dan Wisata Pulih

26 Oktober 2026 · panselanews

 

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, menyempatkan diri berdialog dengan warga. (FOTO: Pemprov Jateng)

 

 

PanselaNews.com [TEMANGGUNG]- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Sumbing telah padam. Sejumlah warga mengungkapkan kelegaan dan berharap kejadian serupa tidak terulang, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pariwisata, dapat kembali berjalan.

Pengelola Basecamp Bimawari, Dusun Seman, Desa Wonosari, Nardi mengatakan, jalur pendakian Gunung Sumbing masih ditutup. Selama 7–10 hari ke depan, pihaknya bersama masyarakat dan Perhutani akan menyisir jalur, untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung.

Koordinasi juga dilakukan dengan belasan pengelola basecamp di kawasan tersebut. Langkah itu bertujuan memastikan setiap jalur pendakian aman sebelum dibuka kembali.

“Untuk sekarang masih tutup. Yang sudah telanjur booking kami refund 100 persen. Kalau untuk kuota pendakian pada hari normal sebanyak 200 orang per hari. Untuk pembukaan jalur, kami tunggu koordinasi dengan Perhutani,” ujarnya, Minggu (25/10/2026).

Nardi berharap, setelah masa tanggap darurat bencana karhutla berakhir, jalur pendakian dapat segera dibuka kembali. Sebab, sebagian warga menggantungkan penghidupan pada sektor pariwisata.

Harapan serupa disampaikan warga Desa Wonosari, Muhadi. Dia berharap kebakaran yang terjadi pada 2026 menjadi yang terakhir, setelah kejadian serupa juga terjadi pada 2018.

“Harapan kami, ini kejadian yang terakhir. Pemda bersama masyarakat bisa bekerja sama mengelola hutan dengan baik, memberi imbauan kepada pendaki, masyarakat, dan pengelola basecamp untuk siaga dan waspada terhadap api,” urainya.

Muhadi juga mengapresiasi kunjungan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, yang menyempatkan diri berdialog dengan warga. Menurutnya, kunjungan tersebut merupakan bentuk perhatian kepada masyarakat terdampak karhutla.

“Senang sekali, kami bisa menyampaikan unek-unek. Harapannya, apa yang kami sampaikan bisa terealisasi oleh Pak Gubernur,” katanya.

Warga lainnya, Nur Badi, mengungkapkan hal serupa. Menurutnya, krisis air menjadi salah satu hal yang dikhawatirkan warga saat terjadi karhutla. Beruntung, warga bersama relawan aktif melakukan upaya penyelamatan sumber air.

“Sebagai warga sini, kami mengucapkan terima kasih karena kebakaran telah berhasil diatasi. Harapannya, kejadian ini tidak terulang lagi. Kita bersama-sama menjaga diri agar tidak terjadi kebakaran lagi,” tuturnya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengapresiasi kinerja relawan dan instansi terkait, dalam upaya pemadaman karhutla di kawasan Gunung Sumbing. Pascakebakaran, dia meminta jajarannya melakukan asesmen terhadap kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Selain itu, Luthfi meminta Perhutani dan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jateng mengidentifikasi kebutuhan bibit pohon, untuk reboisasi kawasan tersebut. Dia juga meminta edukasi kepada masyarakat dan pendaki mengenai risiko kebakaran hutan dan lahan di kawasan gunung.

“Kita lakukan evaluasi, masih kita tutup. Sampai kita mempunyai database, pendataan kerusakan, pipanisasi selesai, layanan dasar terpenuhi, baru kita buka kembali,” ungkapnya, seusai rembug warga dan relawan di Basecamp Bimawari, Dusun Seman, Desa Wonosari.

Administratur KPH Kedu Utara, Dimyati mengatakan, titik api di kawasan Gunung Sumbing yang meliputi Kabupaten Wonosobo, Temanggung, dan Magelang telah berhasil dipadamkan berkat kerja sama relawan dan instansi terkait.

Hal itu didasarkan pada pengamatan langsung di lapangan, serta pemantauan melalui sistem Karhutla SiPongi milik Kementerian Kehutanan.

Dia menjelaskan, kawasan Gunung Sumbing memiliki luas 4.535,56 hektare, sedangkan wilayah yang terdampak karhutla mencapai sekitar 974,29 hektare. Rinciannya, 362 hektare di Kabupaten Wonosobo, 213,4 hektare di Kabupaten Magelang, dan 398,9 hektare di Kabupaten Temanggung.

Vegetasi yang dominan terbakar meliputi rumput-rumputan di kawasan sabana, tanaman kaliandra, serta sebagian kecil pohon santigi.

Dimyati mengatakan, patroli akan terus dilakukan bersama pengelola basecamp, relawan, dan Masyarakat Peduli Api.

“Perhutani akan terus turun ke lapangan setiap hari sampai kondisi benar-benar dipastikan aman. Kami akan menyisir kawasan tersebut dan memadamkan jika masih ditemukan kepulan asap,” ungkapnya.

Sementara itu, jalur pendakian Gunung Sumbing akan tetap ditutup hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman. (*)