Jumat, 6 November 2026
Breaking
Berita Terkini

Wartawan Vs LSM di Kediri: Ini Sikap Tegas Ketua Umum PJI

9 Agustus 2025 · Sarno Kenes

Jurnalis saat melakukan tugas peliputan. Foto: PanselaNews.com

 

PanselaNews.com [KEDIRI] – Dunia jurnalistik di Kediri memanas. Seorang wartawan anggota Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Kediri dilaporkan oleh oknum pengurus LSM terkait pemberitaan.

‎Kasus ini langsung memicu reaksi tegas dari Ketua Umum Pusat PJI, Hartanto Boechori.

‎Melalui pesan WhatsApp yang dibroadcast kepada seluruh anggota PJI pada Sabtu [9/8/2025] pukul 10.30 WIB, Hartanto mengingatkan bahwa kebebasan pers dilindungi undang-undang, dan polisi wajib memahami mekanisme penyelesaian sengketa pers.

‎”Tidak bisa mempidanakan jurnalis atas dasar pemberitaan Pers,” kata Hartanto Boechari .

‎Kalau ada masyarakat yang tersentuh pemberitaan pers, selesaikan melalui mekanisme pers, minta hak jawab ke Redaksi atau adukan ke organisasi persnya atau ke Dewan Pers.

‎Polisi wajib paham MoU Kapolri dengan Ketua Dewan Pers dan perjanjian Polri dengan Dewan Pers.

‎Tolak laporan/pengaduan terkait pemberitaan Pers. Dan dalam situasi kondisi demikian, Penyidik wajib mengarahkan ke arah penyelesaian menggunakan mekanisme pers.

‎Dan bila telah terlanjur menerima, segera terbitkan SP2HP penghentian penyelidikan.

‎”Polisi/Penyidik/Penyelidik, saya harap tidak mempermainkan Hukum dengan cara, ‘coca-coba’,” tegas Hartanto.

‎Pernyataan keras ini menjadi sorotan, mengingat kasus pelaporan jurnalis kerap menjadi perdebatan sengit antara kebebasan pers dan penegakan hukum.

‎Dukungan terhadap sikap PJI pun mulai bermunculan di kalangan insan pers dan pegiat kebebasan berekspresi.

Editor: Sarno Kenes