Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 4 Feb 2026 17:19 WIB

Kasus Nipah di Jateng Masih Nol, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Masyarakat Tetap Waspada


					Kasus Nipah di Jateng Masih Nol, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Masyarakat Tetap Waspada Perbesar

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi

 

PanselaNews.com [SURAKARTA] – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan hingga Rabu (4/2/2026) ini, belum ada warga yang terjangkit penyakit akibat paparan virus Nipah (NiV). Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada dengan menjaga pola hidup bersih, dan memastikan buah yang dikonsumsi dalam kondisi higienis.

“Terkait dengan virus Nipah, di Jawa Tengah masih zero. Tapi kita perlu antisipasi dengan pola hidup sehat. Kalau makan buah ya dicuci dulu, kalau mungkin ada gejala ya segera lakukan pemeriksaan,” ujar Luthfi di Surakarta, Rabu (4/2/2026).

Diterangkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah memiliki sistem pengawasan kesehatan hingga tingkat desa, melalui program dokter spesialis (speling). Dengan begitu, deteksi dan pencegahan penyakit dapat dilakukan sejak dini.

Dia optimistis sistem tersebut mampu menjaga wilayah Jawa Tengah tetap aman dari potensi penularan penyakit menular.

BACA JUGA  Cegah Kecelakaan di Perlintasan Kereta Api Tanpa Palang Pintu, Satlantas Polres Wonogiri Pasang Polisi Tidur

“Jawa Tengah kita punya program Speling sampai di tingkat desa. Saya yakin kita punya penjagaan yang luar biasa,” katanya.

Selain itu, Luthfi juga mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan ke luar negeri maupun berinteraksi lintas wilayah, agar lebih menjaga kesehatan. Dia mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam mengonsumsi makanan, khususnya buah-buahan, yang berpotensi terpapar virus.

Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Heri Purnomo, menjelaskan, virus Nipah ditularkan dari kelelawar buah. Saat kelelawar terinfeksi, liur, feses, dan air seni hewan tersebut dapat mengandung virus. Manusia atau hewan yang mengonsumsi buah atau terpapar cairan tubuh kelelawar berpotensi tertular.

Dia menjelaskan. gejala infeksi NiV antara lain demam, pusing, dan sakit tenggorokan. Pada beberapa kasus, penderita dapat mengalami sesak napas, batuk, muntah, dan diare. Namun, sebagian besar kasus tidak menunjukkan gejala spesifik.

Karena itu, Heri mengimbau masyarakat lebih memperhatikan kebersihan, terutama saat mengonsumsi buah.

BACA JUGA  Pemerintah Batasi Impor Susu untuk Tingkatkan Serapan Susu Segar Nasional

“Yang terpenting masyarakat menjaga PHBS. Biasakan hidup bersih dan sehat. Kalau mau makan, cuci tangan dulu. Makanan seperti buah-buahan harus dicuci bersih sebelum dikonsumsi,” imbuhnya.

Heri juga meminta warga segera memeriksakan diri, jika mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan konsumsi buah yang tergigit kelelawar atau hewan lain.

Terpisah, Branch Communication and CSR Department Head Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Arif Haryanto mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Semarang, untuk mengantisipasi masuknya virus dari luar negeri.

Langkah tersebut merujuk pada Surat Edaran Kementerian Kesehatan RI Nomor HK.02.02/C/445/2026 tentang Kewaspadaan terhadap Penyakit Virus Nipah tertanggal 30 Januari 2026. Dalam implementasinya, BKK Kelas I Semarang melakukan pemantauan penumpang internasional menggunakan thermal scanner untuk mendeteksi suhu tubuh.

Thermal scanner ditempatkan di area kedatangan internasional Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, yang saat ini saat ini melayani dua rute internasional, yakni Semarang–Malaysia dan Semarang–Singapura. Selain itu, penumpang penerbangan internasional juga diwajibkan mengisi aplikasi All Indonesia.

BACA JUGA  Kapolda Jateng Pastikan Distribusi Bapokting Aman Jelang Ramadan dan Lebaran 2024

Petugas akan melakukan observasi dan pemeriksaan lanjutan terhadap penumpang yang terdeteksi demam, melalui thermal scanner maupun yang tampak sakit saat kedatangan.

“Kami mengimbau penumpang yang merasakan demam atau kurang sehat, saat tiba di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang agar segera melapor kepada petugas bandara,” ujarnya melalui pesan singkat.

Sebagai informasi, virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang menular dari hewan ke manusia, dengan kelelawar buah sebagai inang alami. Penularan dapat terjadi melalui kontak dengan hewan terinfeksi, konsumsi makanan yang terkontaminasi, maupun kontak erat antarmanusia.

Hingga kini belum tersedia vaksin khusus untuk virus nipah, sehingga pencegahan dan kewaspadaan dini menjadi langkah utama.

Sumber: Humas Jateng

Penulis

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ini Pemenang Logo Hari Jadi ke-81 Jateng, Padukan Batik Parang dan Ukir Lung-lungan

28 Juli 2026 - 19:46 WIB

AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya Resmi Jabat Kapolres Trenggalek

28 Juli 2026 - 19:24 WIB

Wabup Syah Buka Mutiara Under Water Festival and Concervation ke-4

28 Juli 2026 - 15:47 WIB

Cegah Karhutla Sejak Dini, Polda Jateng Imbau Warga Tidak Membakar Lahan dan Segera Laporkan Titik Api

26 Juli 2026 - 19:58 WIB

Respons Cepat Laporan Titik Api, Polisi Pastikan Tidak Ada Kebakaran Aktif di Perhutani Gemawang Ngadirojo

26 Juli 2026 - 19:43 WIB

Wajah Baru Pelayanan Publik, SPKT Polda Jateng Hadirkan Kenyamanan, Humanis, dan Bebas Pungli

26 Juli 2026 - 07:00 WIB

Trending di Berita Terkini