Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

UMUM · 24 Feb 2025 19:52 WIB

Pemerintah Batasi Impor Susu untuk Tingkatkan Serapan Susu Segar Nasional


					Wakil Menteri Pertanian Sudaryono ketika memberi keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (24/2/2025) (Foto: Biro Pers Setpres) Perbesar

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono ketika memberi keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (24/2/2025) (Foto: Biro Pers Setpres)

PanselaNews, Jakarta – Pemerintah berencana membatasi impor susu guna meningkatkan serapan susu segar nasional. Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menjelaskan bahwa 80% dari konsumsi susu nasional saat ini masih bergantung pada impor. Hal ini disampaikan setelah mengikuti Rapat Terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (24/2/2025).

“Kita sekarang impor susu 80% dari yang kita konsumsi. Artinya, susu yang diminum masyarakat sebagian besar masih berasal dari luar negeri,” ujar Sudaryono.

Industri susu nasional saat ini hanya mampu memproduksi 20% dari total kebutuhan susu di dalam negeri. Padahal, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar produksi susu nasional ditingkatkan untuk mengurangi ketergantungan pada impor.

BACA JUGA  Presiden Prabowo Apresiasi Pandawara Group Atasi Sampah

“Instruksi dari Presiden Prabowo adalah bagaimana industri susu kita ditingkatkan, sementara impornya ditekan,” jelas Sudaryono.

Namun, pembatasan impor susu tidak berarti membatasi konsumsi susu masyarakat. Sudaryono menegaskan bahwa masyarakat tetap boleh mengonsumsi susu, tetapi komposisi susu yang dikonsumsi harus didominasi oleh produksi dalam negeri.

“Orang boleh minum susu, tapi dari 100% yang kita minum, kuotanya lama-lama harus kita balik,” katanya.

BACA JUGA  Satresnarkoba Polres Wonogiri Gerebek Tempat Potong Rambut, Diduga Tempat Nyabu

Salah satu faktor yang menyebabkan produksi susu dalam negeri masih rendah adalah kurangnya sapi indukan. Sudaryono menjelaskan bahwa pertumbuhan populasi manusia lebih cepat dibandingkan pertumbuhan populasi sapi.

“Jadi, pertumbuhan orang dan pertumbuhan sapi itu lebih cepat pertumbuhan orangnya,” ucapnya.

Untuk mengatasi hal ini, pemerintah akan membuka investasi sapi indukan di Indonesia selama pemerintahan Presiden Prabowo. Targetnya, dua juta sapi indukan akan didatangkan ke Indonesia.

“Sudah ada 167 perusahaan yang berkomitmen untuk berinvestasi mendatangkan sapi. Negara tidak mengeluarkan APBN, tapi mereka yang berinvestasi, sumber sapinya dari mereka, dan mereka yang memelihara,” jelas Sudaryono.

BACA JUGA  Hujan Deras Akibatkan Tanah Longsor di Wonogiri, Polisi Bersihkan material Longsoran

Baca juga: Mentan Andi Amran Sulaiman: Harga Gabah 2025 Tetap di Rp6.500 Per Kilogram, Jaminan Pemerintah untuk Petani

Pemerintah juga menginstruksikan industri pengolahan susu untuk wajib menggunakan susu lokal. Jika ditemukan industri yang masih menggunakan susu impor, pemerintah akan mencabut izin impornya.

Langkah ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri susu nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor, sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak lokal.

Sumber: RRI

Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tamu se-Nusantara Dibikin Ketagihan Kuliner Jawa Tengah

12 September 2026 - 15:11 WIB

Menag RI Puji Kesiapan Jateng Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional

12 September 2026 - 14:47 WIB

MTQ Nasional di Jateng Jadi Momen Pulang ke “Rumah Kedua” Gubernur Kaltara

12 September 2026 - 06:57 WIB

Menag Nasaruddin Umar: Jadikan Al-Qur’an sebagai “Living Qur’an”

11 September 2026 - 20:07 WIB

Olahraga Pagi Sambil Cek Kesehatan Gratis, Biddokkes Polda Jateng Layani 150 Warga di Lapangan Sidodadi

11 September 2026 - 11:11 WIB

6 Anggota Polres Trenggalek Siap Lepas Masa Lajang

11 September 2026 - 07:25 WIB

Trending di Berita Terkini