Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

UMUM · 15 Feb 2025 23:29 WIB

Kasus Pencurian dan Perusakan Alat Monitoring Gempa di Sidrap, Sulawesi Selatan: Ancaman Serius bagi Sistem Peringatan Dini


					Dr. Daryono, S.Si., M.Si., Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG/ Foto: @DaryonoBMKG Perbesar

Dr. Daryono, S.Si., M.Si., Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG/ Foto: @DaryonoBMKG

PanselaNews.com,Jakarta – Setidaknya 12 kasus pencurian dan perusakan peralatan monitoring gempa dan peringatan dini tsunami yang dikelola oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah terjadi sejak tahun 2015. Kasus terbaru menimpa stasiun seismograf di Desa Buae, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, pada 12 Februari 2025. Pencuri mengambil 6 aki dan 2 panel surya, menjadikan ini kasus keempat di lokasi yang sama.

Dr. Daryono, S.Si., M.Si., Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, melalui akun X @DaryonoBMKG, menyatakan keprihatinannya atas vandalisme ini. “Lokasi ini secara tektonik merupakan daerah rawan gempa karena terletak di zona patahan aktif Sesar Walanae, yang dapat memicu gempa hingga magnitudo Mw7,1,” ujarnya.

Foto: @DaryonoBMKG

Sidrap pernah diguncang gempa dahsyat M6,0 pada 29 September 1997 yang menewaskan 16 orang, melukai 35 orang, dan merusak 250 rumah. Selain itu, Sulawesi Selatan juga terdampak tsunami Teluk Mandar pada 11 April 1967 yang menewaskan 58 orang.

Pinrang, Rappang, & Parepare memiliki tingkat aktivitas kegempaan sangat tinggi dgn dampak ikutan longsor (landslide), runtuhan batu (rockfall), & likuifaksi/ Foto: @DaryonoBMKG

BMKG memohon kepada masyarakat untuk tidak melakukan vandalisme, perusakan, atau pencurian peralatan yang bertujuan melindungi keselamatan masyarakat. “Jika belum bisa aktif terlibat dalam mitigasi bencana, setidaknya jangan merusak alat yang dirancang untuk menyelamatkan nyawa,” tegas Dr. Daryono.

BACA JUGA  Semester I, Menteri AHY Apresiasi Kinerja Jajaran dan Minta Program Kementerian ATR/BPN Menyentuh Seluruh Lapisan Masyarakat

Pinrang, Rappang, & Parepare memiliki tingkat aktivitas kegempaan sangat tinggi dgn dampak ikutan longsor (landslide), runtuhan batu (rockfall), & likuifaksi

Baca juga: Gempa Besar Mw7,6 Guncang Karibia, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

BACA JUGA  Hasil Ops Lilin Candi 2023, Polda Jateng Sebut Angka Kecelakaan Turun 31 Persen

BMKG juga meminta pemerintah daerah untuk ikut berperan dalam mengamankan peralatan yang telah dipasang di lokasi strategis. “Mengganti peralatan yang hilang atau rusak tidak mudah karena menggunakan teknologi canggih dengan biaya sangat tinggi,” tambahnya.

BACA JUGA  Kapolres Wonogiri Hadiri Sarasehan dan Safari Ramadhan bersama Bupati di Pendopo

Kasus ini mengancam keberlangsungan sistem peringatan dini bencana di Sulawesi Selatan dan secara nasional. BMKG berharap semua pihak dapat memahami pentingnya menjaga peralatan ini demi keselamatan bersama.

Sumber: @DaryonoBMKG

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polres Wonogiri Perkuat Sinergitas Penyidik Polri dan PPNS Dalam Rakor Korwas 2026

2 Juni 2026 - 06:37 WIB

Ribuan Lampion Terangi Langit Borobudur Saat Perayaan Waisak

1 Juni 2026 - 21:24 WIB

Polres Wonogiri Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Komitmen Terhadap Nilai-nilai Kebangsaan

1 Juni 2026 - 17:59 WIB

Perbaikan Jalan Randublatung-Cepu Masuk Tahap Lelang

1 Juni 2026 - 16:46 WIB

Kapolres Trenggalek Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Teguhkan Komitmen Kebangsaan

1 Juni 2026 - 11:53 WIB

Peringati Hari Lahir Pancasila, Pegawai di Lingkup Sekda Trenggalek Gelar Upacara

1 Juni 2026 - 10:22 WIB

Trending di Berita Terkini