Foto : Petugas damkar berjibaku memadamkan api yang melalap kandang ayam milik Munir, di Dusun Plandangan, Desa Boro, Kecamatan Kedungwaru, Minggu (19/7) malam. (ist)
PanselaNews.com [TULUNGAGUNG]– Kebakaran hebat menghanguskan kandang ayam petelur milik Munir di Dusun Plandangan, Desa Boro, Kecamatan Kedungwaru, Minggu malam (19/7).
Akibat insiden tersebut, sekitar 3.000 ekor ayam petelur mati terpanggang dan kandang ludes dilalap api. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 400 juta.
Kasi Pemadam dan Evakuasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tulungagung Bambang Pidekso mengatakan, kebakaran diketahui sekitar pukul 23.30 WIB. Sebelumnya, sekitar pukul 22.00 WIB, Munir (40), warga Desa Gendingan, sempat mengecek kondisi kandang sekaligus menyalakan alat penghangat ayam berbahan bakar gas LPG.
Usai menyalakan alat penghangat, korban meninggalkan kandang untuk membantu hajatan keluarga yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi.
“Diduga kebakaran bermula dari alat penghangat ayam berbahan bakar gas LPG yang mengalami kebocoran,” ujar Bambang seperti dilansir dari jatim Terkini, Senin (20/7).
Menurut Bambang, kebakaran pertama kali diketahui setelah Munir bersama Samsul dan Kepala Desa Gendingan M. Miftachul Arifin mendengar suara mencurigakan seperti benda terbakar. Saat dicek, api dan asap tebal sudah membubung dari arah kandang.
“Korban bersama para saksi langsung menuju lokasi dan mendapati kandang yang terbuat dari bambu serta kayu sudah dilalap api,” jelasnya.
Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) mengarah pada dugaan kebocoran pada pemanas ternak berbahan bakar gas LPG sebagai pemicu kebakaran. Kondisi kandang yang berada jauh dari permukiman, tepatnya di kawasan dekat Sungai Ngrowo, membuat kobaran api terlambat diketahui sehingga dengan cepat menghanguskan seluruh bangunan.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, seluruh kandang beserta sekitar 3.000 ekor ayam petelur tidak berhasil diselamatkan. Kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai sekitar Rp 400 juta. (*)









