Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 21 Agu 2025 14:31 WIB

Kementerian Pariwisata Terpukau Penampilan Jaranan Turonggo Yakso


					Kementerian Pariwisata Terpukau Penampilan Jaranan Turonggo Yakso Perbesar

Lounching Festival Jaranan ke-29 Kabupaten Trenggalek tahun 2025. Foto: Dok. Prokopim

 

PanselaNews.com [TRENGGALEK] – Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Kementerian Pariwisata, Hariyanto, terpukau atas penampilan Tari Jaranan Turonggo Yakso saat Lounching Festival Jaranan ke-29 Kabupaten Trenggalek tahun 2025. Ia menyebut Turonggo Yakso bukan sekedar tontonan saja.

Menurutnya banyak makna dan filosofi yang terkandung dalam tarian jaranan milik masyarakat Kabupaten Trenggalek ini. Apalagi mendengarkan penjelasan Bupati Trenggalek terkait dengan filosofi properti dan pernak pernik tari tersebut.

Menurut Hariyanto, “ini luar biasa, Turonggo Yakso ini bukan sekedar tontonan, melainkan sebuah tuntunan. Karena syarat dengan filosofi dan juga makna,” ucapnya di Pelataran Pasar Pon Trenggalek, Rabu malam, 20 Agustus 2025.

Menurut Hariyanto, “Perjuangan melawan ketidak baikan, melawan  hawa nafsu yang justru dari diri sendiri, ini poin penting. Jadi semua gerakan, semua ekspresi yang ditunjukkan menunjukkan nilai-nilai kearifan lokal yang sangat tinggi,” imbuhnya.

BACA JUGA  Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Tuban, Terasa Hingga Trenggalek

Hariyanto menambahkan, festival ini sendiri tadi, kita sudah mendengar 29 tahun berturut-turut eksis. 29 tahun dicintai oleh masyarakatnya. Kemudian semakin hari semakin berkembang. Konon untuk tahun ini juga akan menghadirkan peserta dari mancanegara. “Maka harapan kita semua baik pak bupati, ibu anggota dewan, pak kadis menegaskan semoga saja nanti bisa masuk dalam Karisma Event Nusantara, Kementerian Pariwisata sebagai salah satu event terbaik 100 event di dalam negeri,” tandasnya.

Sementara itu Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin saat meluncur festival jaranan ini banyak menjelaskan kepada para tamunya Turonggo Yakso berasal dari bahasa Sansekerta, yang artinya adalah kuda berkepala raksasa. Menurutnya “ini mempresentasikan setiap manusia punya sesuatu yang sangat besar yang perlu dikendalikan. Itu adalah hawa nafsu,” terang Mas Ipin.

Para penari ini adalah simbol seorang pejuang dimana setiap gerakannya harus berhasil menaklukkan kuda berkepala raksasa. Makanya kenapa jaranan ini ditampilkan disetiap ada event. Bagi petani setelah panen ada sedekah bumi menampilkan itu. Ada pemahaman setelah panen ada rejeki yang harus di sedekahkan. Harus bisa mengontrol ketamakan.

BACA JUGA  Terobosan Terapi Komplementer Teknologi Nano Kombinasi NO, Mg dan GNH 

Bahkan di satu tempat ada festival menghitung seduluran, namanya Ngitung Batih, jaranan juga ditampilkan. Maka di sambang bolo bisa ditemukan berbagai macam filosofi dan setiap orang punya pemahamannya tersendiri.

Saya kalau melihat jaranan ketika pecutnya dilepas, penarinya geleng-geleng kepala, bahkan tidak sadarkan diri karena pecut itu kalau saya mengartikan lek Ora percoyo kebacut. Kebacut kalau kita tidak percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Begitu tingginya filosofi jaranan maka kita perlu mengkomunikasikan lagi jaranan kepada khalayak, kepada anak muda bahwa itu bukan sekedar tarian. Ini adalah wesdom of live yang dipunyai oleh masyarakat Matraman, yang mewarisi budaya Mataram baik Mataram Kuno maupun Mataram Islam. Dan ini dilestarikan oleh Kabupaten Trenggalek.

BACA JUGA  Ahmad Luthfi Prioritaskan Tata Kelola Baik dengan BPK Jateng

“Ini baru permulaan dan semoga seperti harapan Pak Kepala Dinas, Festival Jaranan di sini kita bisa masuk Kharisma Event Nusantara dan kita ingin membranding Trenggalek adalah Buminya Jaranan di seluruh dunia,” tandasnya.

Kedatangan Tim dari Kementrian Pariwisata ke Trenggalek tidak lepas dari peran serta Novita Hardini, Anggota Komisi VII DPR RI yang juga Anggota DPR RI dapil VII Jatim. Penggiat perempuan dan UMKM itu memang sengaja mengundang mitranya di Komisi VII untuk melakukan visitasi potensi wisata yang ada di Kabupaten Trenggalek.

Harapannya Kementerian Pariwisata dapat membantu mengangkat potensi wisata Trenggalek. Dengan begitu  harapannya industri pariwisata Trenggalek menggeliat sehingga dapat menggairahkan perekonomian masyarakat.

Editor: Sarno Kenes
Sumber: Prokopim

Penulis

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

KPK RI Jadikan Pemprov Jateng “Pilot Project” Perizinan MBLB

13 Juni 2026 - 14:03 WIB

Tingkatkan Kapabilitas Digital Personel, Bidhumas Polda Jateng Gelar Latkatpuan Humas Berbasis AI

13 Juni 2026 - 08:28 WIB

Komplotan Pencuri Sepeda Motor Lintas Kecamatan Ditangkap Polres Wonogiri, Dua Pelaku Diamankan

13 Juni 2026 - 07:13 WIB

Wabup Syah Sambut Baik SheHack Indosat, Kenalkan Tekhnologi Digital Kepada Pelaku UMKM Perempuan di Trenggalek

12 Juni 2026 - 13:38 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Siapkan Antisipasi Dampak Kenaikan BBM, Jaga Harga Pangan Tetap Terjangkau

12 Juni 2026 - 07:50 WIB

Civitas Pencak Silat di Trenggalek Sepakat Jaga Suro Aman dan Kondusif

12 Juni 2026 - 07:35 WIB

Trending di Berita Terkini