Inisiatif Septina Bantu Siswa di Sekolah Terpencil Kabupaten Semarang
Panselanews.com [KABUPATEN SEMARANG] – Kepala Sekolah SD Negeri Sugihan 3, Tengaran, Semarang, Septina Ika Kadarsih, membeli mobil Suzuki Carry 1988 seharga Rp15 juta untuk antar jemput siswa di sekolah terpencil di tengah persawahan. Inisiatif ini muncul karena banyak siswa berjalan kaki hingga 3 km, menyebabkan keterlambatan dan penurunan jumlah murid. “Mobil ini bikin siswa cepat sampai, aman, dan nyaman,” ujar Septina, 10 Mei 2025.
Setiap hari, 25 siswa diantar dalam dua rombongan, hingga ke wilayah Candi, Boyolali, dengan biaya Rp2.000 untuk bensin. “Orang tua senang, anak tidak capai,” kata Septina, yang kadang menyetir sendiri karena keterbatasan tenaga. Sekolah dengan 10 guru ini sering kesulitan mendapat sopir, sehingga Septina dan staf berbagi tugas.
Siswa kelas IV, Yusuf Eka Saputra, merasa terbantu. “Dulu jalan kaki dari Candi, sekarang tidak telat dan seru bareng teman,” ujarnya. Program ini meningkatkan kehadiran siswa dan kepercayaan orang tua, meski sekolah tetap kekurangan murid karena lokasinya jauh dari permukiman.
Kepala Korwilcambiddik Tengaran Eko Lesmono menyebut 12 dari 33 SD di wilayahnya menerapkan antar jemput, baik dengan mobil sendiri maupun pihak ketiga. “Ini solusi untuk wilayah terpencil, beri kenyamanan bagi siswa dan orang tua sibuk,” katanya. Inisiatif Septina diharapkan jadi contoh bagi sekolah lain.
Kisah Septina viral di media sosial usai diposting AirinAluna Farzana di Facebook, menginspirasi banyak pihak. Program ini mendukung pendidikan inklusif di daerah terpencil, sekaligus mengatasi tantangan geografis di Jawa Tengah.
Editor: Tri Wahyudi












