Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 14 Feb 2024 19:55 WIB

Ketua TP PKK Trenggalek Dampingi Suami Tinjau TPS Disabilitas


					Ketua TP PKK Trenggalek Dampingi Suami Tinjau TPS Disabilitas Perbesar

Panselanews.com,Trenggalek –Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini, dampingi suami Mochammad Nur Arifin meninjau pelaksanaan pemungutan suara bagi kelompok disabilitas di Desa Prambon Kecamatan Tugu, Trenggalek, Rabu (14/2/2024).

Melihat langsung jalannya pemungutan suara bagi masyarakat berkebutuhan khusus itu, Novita Hardini dan suami temukan beberapa  catatan yang perlu diperbaiki. Salah satunya posisi Tempat pemungutan suara yang terbilang jauh dari Kampung Inklusi, tempat dimana masyarakat berkebutuhan khusus ini bermukim.

Selain itu akses-akses lain yang kurang mendukung sehingga menjadikan proses pemilihan membutuhkan usaha yang lebih. Sedangkan catatan lainnya, banyak penyandang disabilitas ini tidak bisa menyalurkan hak suaranya karena status kependudukannya masih belum pindah ke Kampung Inklusi.

Semua ini menjadi catatan bagi Novita Hardini dan suami sehingga dalam gelaran pesta demokrasi kedepan tidak terjadi lagi. “Alhamdulillah tujuan dari saya dan bapak bupati hari ini memastikan angka partisipasi masyarakat di Kabupaten Trenggalek ini tinggi, memberikan suaranya dalam kontestasi Pemilu 2024,”  kata Novita

BACA JUGA  Gempa Beruntun Guncang Pacitan: M 5,7 dan M 3,7, Getaran Hingga Wonogiri

Hari ini kami hadir untuk mengantarkan mereka, siapa yang mereka pilih untuk menjadi pemimpin berikutnya, sambung perempuan yang tidak kenal lelah berbuat baik kepada sesama itu. “Hari ini tadi juga kami sebelum Mas Slamet ngomong masalah jalan, saya minta maaf berkali kali saat mendorong mereka menggunakan kursi roda. Ternyata tidak mudah, karena masalah jalan untuk teman teman difabel,” lanjutnya.

Ini menjadikan semangat kami juga untuk bekerja lebih keras lagi. Paling tidak disekitaran teman-teman disabilitas ini bisa ramah bagi mereka. “Tapi ada juga di Kecamatan Pule, ODGJ datang ke Kantor Kecamatan untuk tanya bagaimana caranya menyalurkan suaranya,” papar Novita.

Menyikapi hal ini Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menambahkan, “ini menjadi masukan buat kami. Dan saya mohon maaf. Ini nanti saya sampaikan ke KPU karena ini nanti juga ada gelaran Pilkada”, katanya.

BACA JUGA  Tanpa Alasan Jelas, Pria di Puhpelem Wonogiri Ini Aniaya Warga, Tertunduk Lesu Saat Ditangkap Polisi

Kepada Pemerintah Desa, khususnya KPPS yang tertunjuk, Mas Ipin menegaskan “ke depan seharusnya memilih tempat yang dekat dengan akses mereka. Sebenarnya di kampung inklusi aksesibilitasnya bagus. Ada guardril dan segala macam. Perkiraan saya tadi TPS nya ada di sana, tapi ternyata masih berjarak sekitar 200 meter. Jadi masih butuh Eforrd,” tegasnya.

Harapan kami besok ke depan Pak RT, Pak RW itu aktif mendata para pendatang. Karena ada beberapa difabel setelah menikah, tinggal di rumah inklusi ternyata KTP masih lama dan itu belum terfasilitasi karena mereka mungkin secara akses informasi masih kurang dan sebagainya.

Ini menjadi masukan kami ke depan, sehingga di ajang ajang pemilihan ke depan kita beri akses yang lebih bagus. Sebenarnya kita ke sini ingin ngecek, mereka nyoblosnya bagaimana. Ternyata kondisinya cukup jauh. “Makanya besok desa, kemudian RT/ RW bisa lebih aktif. KPU juga sama lebih aktif terhadap teman-teman difabel,” tutup Mas Ipin.

BACA JUGA  Kementerian ATR/BPN Tekankan Asas Contrarius Actus dalam Proses Penyelesaian Polemik Pagar Laut

Ada 4 penyandang disabilitas Tuna Daksa dan Tuna Netra yang menyalurkan hak suaranya di TPS Disabilitas Desa Prambon, Kecamatan Tugu. Sayangnya ada beberapa penyandang disabilitas lain yang tidak bisa menyalurkan hak suaranya karena memang belum terdaftar sebagai penduduk setempat, seperti yang disampaikan Slamet

Penyandang Tuna Daksa di Kampung Inklusi, ini masih beruntung bisa menyalurkan hak suaranya.  “Senang bisa ikut berpartisipasi dalam pemilu kali ini”, kata Slamet di atas kursi roda. Pria ini berharap orang sepertinya bisa terfasilitasi dengan baik untuk bisa ikut dalam pesta demokrasi. (Sar)

Penulis

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wamen Dikdasmen Tinjau Pembelajaran Digital di SD Kanisius Wonogiri, Polisi Pastikan Pengamanan Kondusif

15 April 2026 - 20:40 WIB

Jelang Iduladha, Jateng Gencarkan Layanan Kesehatan Hewan Keliling Cegah Penyakit Ternak

15 April 2026 - 20:20 WIB

Guru PAI Garda Terdepan Akhlak: Mursyidi Tegaskan Kemuliaan Profesi Guru Tak Lekang oleh Waktu

15 April 2026 - 18:17 WIB

BPBD Jateng Gercep Tangani Banjir Solo Raya, dari Evakuasi Hingga Kebut Pompanisasi

15 April 2026 - 18:02 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Cek Lokasi Banjir Solo Raya, Pastikan Penanganan Segera

15 April 2026 - 16:51 WIB

Persatuan Jurnalis Wonogiri Gelar Maksi dan Halalbihalal, Solidaritas Wartawan Kian Menguat

15 April 2026 - 12:33 WIB

Trending di Berita Terkini