Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 22 Mei 2025 08:52 WIB

Khofifah Akan Turunkan Tim Ahli Universitas Brawijaya Dalam Penanganan Tanah Longsor di Desa Depok Trenggalek 


					Khofifah Akan Turunkan Tim Ahli Universitas Brawijaya Dalam Penanganan Tanah Longsor di Desa Depok Trenggalek  Perbesar

 

PanselaNews.com [TRENGGALEK] – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa melihat langsung lokasi tanah longsor di Dusun Kebonagung, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Trenggalek, Kamis, 22 Mei 2025.

Gubernur Khofifah rencanakan untuk menurunkan tim ahli dari Universitas Brawijaya, Malang.
Keberadaan tim ini untuk melakukan identifikasi lahan di sekitar dilokasi longsor, sejauh mana kerawanannya.

Ditakutkan oleh Khofifah, terdapat aliran-aliran air di bawah tanah sehingga membahayakan warga di sekitar.

Dengan menurunkan tim ini diharapkan titik-titik rawan bisa teridentifikasi dengan baik sehingga warga lain di sekitar lokasi yang masuk zona rawan bisa ikut direlokasi.

“Ini nanti Pak Bayu Kadis PUSDA akan membawa tim dari Brawijaya yang punya alat cukup canggih untuk bisa mendeteksi titik-titik mana yang diindikasikan di bawahnya masih ada aliran-aliran air. Karena kalau kita melihat jalan, tadi sudah ada yang mulai retak,” ucap Khofifah di lokasi longsor.

BACA JUGA  Wujud Dukungan Polres Wonogiri Terhadap Ketahanan Pangan,10 Ton Jagung Terserap ke Bulog

Kalau dibawah ada aliran air, sambungnya menambahkan “kemudian ada hujan dengan intensitas tinggi kan jalannya bisa terbelah. Jadi untuk melakukan mitigasi semuanya,” imbuhnya.

Ini ada bendera semapore, sebagai tanda daerah yang rawan-rawan longsor. Sehingga semua relawan akan mengetahui titik mana yang menjadi rawan longsor. Maka dengan peralatan yang dimiliki oleh Universitas Brawijaya, semua bisa mitigasi lebih tepat lagi, titik-titik mana yang harus dilakukan kewaspadaan.

Hari ini memang titik-titik relokasi sedang di identifikasi. Supaya berseiring dengan mata pencaharian masyarakat. Kalau mereka mendapatkan titik relokasi tidak terlalu jauh dari tempat mereka mendapatkan mata pencaharian bisa memungkinkan bisa segera dibangun.

BACA JUGA  Polres Wonogiri Perkuat Sinergitas Penyidik Polri dan PPNS Dalam Rakor Korwas 2026

Kami dari Pemprov lebih disegerakan itu bisa lebih memberikan ketenangan. Tetapi titik mana yang bisa diterima masyarakat itu juga tidak sederhana. Karena dulu ketika membangun di Sumurup juga tidak mudah. Kebetulan ada lahan Pemprov di situ. Areal ini dulu digunakan untuk pembelajaran di Dinas Pertanian dan ini manusia haruslah lebih diprioritaskan.

Itupun saya harus kulo nuwun dengan RT dan Kepala Desa Setempat akan ada warga baru dari desa sebelah. Ini kita lakukan secara bersama-sama dan saya sendiri ikut turun dalam proses kulo nuwun dengan warga setempat.

Ini saya rasa sama ada pak kades yang akan membantu identifikasi lahan mana yang kira-kira diterima oleh masyarakat.

Tanah ini kan sejarah, tanah ini kan riwayat, jadi tidak sederhana memang. Karena memang telah memberikan kehidupan bagi mereka, tiba-tiba kemudian terkena longsor.

BACA JUGA  Cuti Bersama Nyepi dan Idulfitri 2026, Kantor Pertanahan Tetap Buka Layani Masyarakat

Bagi kami di Pemprov tentu lebih cepat mendapatkan tempat yang aman dan  nyaman itu makin baik. Dan Pemprov pada posisi siap untuk membangunkan hunian di tempat yang baru nanti.

Kira-kira itu sambil Pak Kapolres mengirimkan anjing pelacak untuk melakukan proses identifikasi di titik mana sebenarnya yang terkonfirmasi masyarakat yang tertimbun.

“Mohon doa semuanya, semoga diberikan kemudahan untuk identifikasi warga yang hari ini sedang diupayakan oleh Pak Kapolres untuk dilakukan identifikasi oleh anjing pelacak. Dan Tim Inavis sudah datang untuk melakukan identifikasi melakukan pencarian,” tutup Khofifah.

Editor: Sarno Kenes

Penulis

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tamu se-Nusantara Dibikin Ketagihan Kuliner Jawa Tengah

12 September 2026 - 15:11 WIB

Menag RI Puji Kesiapan Jateng Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional

12 September 2026 - 14:47 WIB

Gara-gara Cemburu, Suami di Tulungagung Bakar Mobil Tetangga

12 September 2026 - 07:45 WIB

MTQ Nasional di Jateng Jadi Momen Pulang ke “Rumah Kedua” Gubernur Kaltara

12 September 2026 - 06:57 WIB

Menag Nasaruddin Umar: Jadikan Al-Qur’an sebagai “Living Qur’an”

11 September 2026 - 20:07 WIB

Olahraga Pagi Sambil Cek Kesehatan Gratis, Biddokkes Polda Jateng Layani 150 Warga di Lapangan Sidodadi

11 September 2026 - 11:11 WIB

Trending di Berita Terkini