PanselaNews.com,Wonogiri- Sri Muryati (52), perempuan tangguh warga Dusun Jatimerto, Desa Kerjolor, Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Wonogiri, tiap pagi selepas subuh membawa motornya ke Pasar Sidoharjo. Pasar terdekat yang cukup lengkap, di situlah dia kulakan (membeli bermacam kebutuhan) untuk dijajakan keliling.
Keranjang kayu yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, nempel diboncengan motor. Bertumpuk jenis sayuran, bumbu, lauk, jajanan dan lainnya. Bumbu dan sebagainya sudah dikemas dalam bungkus plastik sehingga mudah dipilih pembeli sesuai kebutuhan
Sri Muryati mengaku sudah berjualan sayuran sejak 8 tahun lalu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari agar tak harus selalu mengandalkan penghasilan dari suami.
“Dulu sama suami gak boleh jualan sayur keliling, tapi niat saya sendiri yang nekad.
Awal-awalnya yo berat bawa bawaan kranjang campur rasa malu, tapi lama-lama sudah terbiasa,” kata Sri Sumaryati mengawali kisahnya kepada panselanews.com, Selasa (4/2/2025).
Sebelum jualan sayur keliling Sri Muryati merantau ke Jakarta bersama suaminya, bahkan suaminya pernah menjabat sebagai supervisor di PT Humpuss. Namun karena terjadi PHK, ia bersama suaminya memutuskan untuk pulang ke kampung halaman.
“Dulu saya dan suami sama-sama kerja di Jakarta, tapi kena PHK, kemudian saya pulang kampung sampai sekarang ini, di kampung cari kerja susah akhirnya saya usaha dagang sayur keliling,” ujarnya.
Sri Muryati yang ramah dan murah senyum sudah punya banyak pelanggan, biasanya setelah kulakan dari pasar Sidoharjo dia langsung ke lokasi jualan. Bila sekiranya para pelanggannya sudah belanja barulah dia keliling dan berhenti tiap ada pembeli.
Kadang dia berhenti di salah satu rumah warga dan tetangga kanan kiri datang juga ikut berbelanja.
Meskipun sibuk jualan sayur keliling, Sri Sumaryati mengaku tidak lupa kewajibannya sebagai ibu rumah tangga.
“Ketika mulai berjualan bisa dibilang tertatih-tatih, namun berkat keuletan dan kesabaran bisa bertahan sampai saat ini,” tandasnya.
Usaha dagang Sri Muryati ini sangat efektif, dengan sistem jemput bola maka rejekinya pun terus mengalir dan makin banyak pelanggan disepanjang jalan yang dilaluinya. (Sar)
Editor: Sarno Kenes











