Pantai Mutiara masih menjadi tujuan favorit para wisatawan saat berkunjung ke Kabupaten Trenggalek. (Foto:dok.ist)
PanselaNews.com [TRENGGALEK] – Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi momen spesial bagi masyarakat untuk menikmati waktu bersama keluarga, termasuk dengan mengunjungi destinasi wisata favorit yang ada di Kabupaten Trenggalek. Pantai-pantai terkenal seperti Pantai pasir Putih, Pantai Mutiara, dan Pantai Prigi diperkirakan akan dipadati wisatawan selama libur panjang Nataru.
Untuk menghadapi lonjakan kunjungan wisatawan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi
Kabid Peningkatan Daya Tarik dan Destinasi Pariwisata Disparbud Trenggalek, Tony Widianto, mengatakan pihaknya telah menyampaikan imbauan kepada seluruh pengelola wisata untuk meningkatkan kualitas layanan selama libur Nataru.
Selain itu, Disparbud juga akan mengoptimalkan penempatan sumber daya manusia (SDM) di lapangan, khususnya di wilayah wisata unggulan Kecamatan Watulimo.
“Kami menyiapkan tenaga di sejumlah destinasi wisata untuk optimalisasi pelayanan kunjungan wisatawan,” ujar Tony, Selasa (9/12/2025).
Salah satu fokus utama Disparbud adalah memastikan kelancaran arus pengunjung di lokasi wisata.
Disparbud telah menjalin koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satlantas Polres Trenggalek untuk mengantisipasi titik-titik keramaian.
“Kami sudah mengantisipasi jalur yang menjadi simpul keramaian di destinasi wisata, seperti Jalur Lintas Selatan (JLS) serta akses menuju Pantai Simbaronce dan Pantai Mutiara,” jelasnya.
Tahun ini, Tony tidak menargetkan angka kunjungan terlalu tinggi. Namun, setidaknya jumlah kunjungan diharapkan bisa menyamai capaian tahun sebelumnya.
“Target kami bisa sama dengan kunjungan wisatawan libur Nataru tahun lalu. Dan semoga cuaca juga mendukung,” imbuhnya.
Penambahan Personel Destinasi
Untuk mengantisipasi kepadatan, Disparbud menambah petugas pengamanan, kebersihan, lifeguard, hingga pelayanan retribusi. Personel dari destinasi yang diprediksi lebih lengang, seperti Goa Lowo, akan diperbantukan ke kawasan Pasir Putih dan Simbaronce.
“Kalau jumlah petugas dirasa kurang, kami mendatangkan personel tambahan dari dinas maupun dari destinasi lain,” jelas Tony.
Pengaturan Parkir dan Skema Pengalihan Arus
Disparbud juga menyiapkan skema parkir bertingkat untuk mencegah penumpukan kendaraan di Simbaronce. Jika area utama penuh, pengunjung diarahkan memanfaatkan parkir Pasir Putih atau Pelabuhan Niaga Prigi.
“Kalau Simbaronce penuh kami tutup portalnya. Pengunjung bisa menurunkan penumpang di Simbaronce, lalu base kendaraan kami arahkan ke Pelabuhan Niaga Prigi,” ungkapnya.
Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Perikanan untuk mengkaji penggunaan calon lokasi Kanasab sebagai area parkir sementara.
Tiket Gratis Pantai Prigi Hingga 20 Desember
Tony memastikan tiket masuk Pantai Prigi masih digratiskan sampai 20 Desember 2025. Setelah tanggal tersebut, tarif diberlakukan kembali sebagai bagian dari optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Mulai 20 Desember tiket masuk kembali diberlakukan untuk mengungkit PAD,” ujarnya.
Program bebas tiket bagi wisatawan yang menunjukkan boarding pass pesawat juga tetap berjalan pada H-0 dan H+1 sesuai arahan Bupati. Disparbud masih menunggu laporan jumlah pengunjung yang memanfaatkan fasilitas tersebut.
Editor: Sarno Kenes









