PanselaNews.com, Jakarta – Kompetisi Liga 2 Indonesia bakal mengalami perubahan besar pada musim depan. Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ferry Paulus, mengungkapkan format baru yang akan diterapkan untuk meningkatkan daya saing dan kualitas pertandingan. Musim depan, Liga 2 hanya akan diikuti 20 tim yang terbagi dalam dua wilayah, yaitu Barat dan Timur, masing-masing berisi 10 tim. Perubahan ini diharapkan membawa angin segar bagi sepak bola kasta kedua di Tanah Air.
Format kompetisi yang digunakan adalah triple round robin, di mana setiap tim akan saling bertemu tiga kali dalam satu musim. Dengan sistem ini, setiap tim dijadwalkan bermain sebanyak 27 kali, menjanjikan persaingan yang lebih ketat dan intens. “Format triple round robin ini memastikan tiap tim melawan tim yang sama tiga kali, sehingga kompetisi jadi lebih kompetitif,” ujar Ferry Paulus dalam keterangannya kepada media pada Jumat (28/2/2025). Ia menambahkan bahwa sistem ini juga memberikan peluang lebih besar untuk mengevaluasi performa tim secara menyeluruh.
Untuk sistem promosi dan degradasi, Ferry Paulus menjelaskan aturan yang akan berlaku. Peringkat pertama dari masing-masing wilayah, Barat dan Timur, akan langsung promosi ke Liga 1 sekaligus lolos ke babak final untuk memperebutkan gelar juara Liga 2. Sementara itu, tim peringkat kedua dari kedua wilayah akan bertarung di babak play-off untuk memperebutkan satu tiket promosi tersisa. Di sisi lain, peringkat 10 masing-masing wilayah otomatis terdegradasi ke Liga 3, sedangkan peringkat 9 akan masuk ke play-off degradasi untuk menentukan nasib mereka.
Baca juga: Erick Thohir Bongkar Rahasia: Jersey Timnas Raup Rp150 Miliar untuk PSSI
Salah satu poin menarik dari pengumuman ini adalah penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR) secara penuh di semua pertandingan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya PT LIB untuk meningkatkan kualitas pengadilan di lapangan. “Kami pastikan semua pertandingan Liga 2 musim depan menggunakan VAR. Ini demi perbaikan dan keadilan dalam setiap laga,” tegas Ferry Paulus. Penggunaan VAR sebelumnya telah diuji coba di beberapa laga musim ini dan mendapat respons positif.
Perubahan format ini diprediksi akan membuat Liga 2 semakin menarik untuk diikuti. Dengan jumlah pertandingan yang lebih banyak, sistem promosi-degradasi yang kompetitif, dan dukungan teknologi VAR, musim depan diharapkan menjadi tonggak baru bagi perkembangan sepak bola Indonesia. Para penggemar pun mulai menantikan bagaimana persaingan akan berlangsung dengan aturan baru ini.
Sumber: @idextratime










