PanselaNews.com [TRENGGALEK] – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin atau lebih akrab disapa Mas Ipin mendampingi langsung pemilik pusat oleh-oleh Krisna Bali, Gusti Ngurah Anom, atau yang lebih dikenal dengan nama panggilan Ajik Krisna, untuk melihat potensi pariwisata di Trenggalek sekaligus diminta saran dan masukannya.
Kehadiran Bos Krisna Bali ke Trenggalek tersebut atas undangan Anggota DPR RI, Komisi VII, Novita Hardini, yang juga istri Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin.
Bupati mengatakan, “Saya tentunya berterima kasih Ajik sudah mau ke sini. Kemudian saya juga berterima kasih Kepada Ibu Novita yang mendatangkan Ajik ke sini. Kita cuman pengin Trenggalek punya destinasi, tapi kalau tidak ditunjang dengan industri dan jasa pariwisata maka jadi destinasi yang kosong,” kata bupati, Jumat 9 Mei 2025.
Makanya destinasi yang bagus biar tidak menjadi destinasi yang kosong, harus ada yang saling tarik menarik. Krisna ini kan sudah nama yang bagus, Brand yang bagus. Mungkin kalau ada Bosnya di Trenggalek bisa menjadi magnet.
Ternyata begitu datang ke Trenggalek Bosnya Krisna, ternyata Trenggalek bagus juga. Atau sebaliknya, oh di Trenggalek-nya cantik habis itu di Trenggalek-nya cantik ada Krisna. Itu bisa saling menjadi daya tarik dan dorong satu sama lain.
Yang paling penting itu kita ketemu, destinasi diramaikan itu untuk siapa. UMKM disitu biar menggeliat. Krisna pun sama, Krisna dibesarkan buat siapa. Jadi merupakan agregator untuk para UMKM-UMKM itu.
Jadi saya terima kasih, kemarin sudah bertemu para UMKM. Ajik sudah minta kirim beberapa barang. Kelihatannya ada beberapa barang yang nanti di kurasi. Siapa tahu nanti ada yang beruntung dan coba di jual ke Bali.
Kalau di Bali laku, masak di Trenggalek nggak laku sih. Nanti kan bandingnya lebih enak. Ini loh best sellernya di Krisna itu ternyata buatan Trenggalek. Termasuk juga nanti ada event besar yang mengundang tokoh-tokoh Pak Gubernur dan segala macam, Ajik malah pengin mempresentasikan produk-produk kita, kerajinan-kerajinan kita dan bambu kita.
Jadi saya senang dan yang lebih saya suka itu kadang pendekatan seseorang kalau melakukan pembangunan itu selalu pembangunan fisik oriented. Bangunannya harus bagus harus wah dan harus mahal. Tetapi Aji itu yang disentuh manusianya dulu.
Dia tanya ke pedagang harapannya apa. Mungkin kita harus mulai bergeser lebih ke human center. Pembenahan seperti ke kebersihan, utility yang lebih bagus. Kalau bikin Rest Area, berarti bikin kamar mandinya harus bersih, banyak seperti itu.
Terus cari cara PAD tidak harus dari tiket, seperti yang disampaikan oleh Ajik tadi. Bisa dari sewa propertinya. Nggak papa sewa propertinya mahal, tapi pastikan dulu mereka laku, karena pasti untung.
Jadi kan itu sama saja, daripada kita jual tiket tapi tidak ada yang beli tiket. Ini pendekatan-pendekatan yang menurut saya brilian.
Termasuk juga nanti pasti kita undang PO-PO atau jasa-jasa pariwisata, travel yang selama ini pernah membawa tamu ke sini. Dia lebih paham apa yang diharapkan, apa yang kurang dan apa yang bisa di sinergikan yang kuta bisa ketemu di tengah.
Semuanya kembali ke nilai ekonomi, yang pasti. Tapi nilai ekonomi harus berkeadilan. Kalau kerjasama harus sama-sama menguntungkan, khusunya bagi masyarakat Trenggalek.
“Jadi kehadiran Ajik di sini untuk menjadi salah satu magnet, menjadi daya tarik, harapannya ke depan begitu. Kalau butuh data apa, by pemerintah akan kami siapkan. Doakan saja semoga nanti ada ide-ide brilian yang bisa segera dieksekusi di Kabupaten Trenggalek,” tutup bupati.
Banyak hal yang di dapat oleh pengusaha asal pulau dewata itu untuk memberikan saran masukan beberapa potensi wisata kepada Bupati Trenggalek.
“Saya di undang oleh ibu DPR RI dan saya baru tahu Ibu Novita Hardini, suaminya adalah Bupati Trenggalek. Diundang, kemarin datang dan sampai Trenggalek sore,” kata Gusti Ngurah Anom, di Pantai Mutiara Trenggalek, Jum’at, 9 Mei 2025.
Kita sempat survey lokasi di eks terminal, sambung Ajik “Dan itu harapan pak bupati inginnya dijadikan menjadi rest area, itu di hari pertama. Di hari kedua sudah ada beberapa tempat yang kita survey. Kita sempat ke air terjun dan terakhir kita di Pantai Mutiara Trenggalek,” imbuhnya.
Dan yang paling penting adalah, saya tadi sudah pesan kerajinan tangan dari UMKM dari Trenggalek. Tadi saya pesan 300 pcs, dan tumbler bambu 100 pcs. Ini baru permulaan. Begitu saya promosikan di Bali dan ternyata peminatnya banyak, terus harganya bersaing, tidak menutup kemungkinan saya akan mempromosikan produk UMKM dari Bambu yang khas Trenggalek.
Melihat pariwisata di sini saya melihat beberapa tempat tadi. Yang sangat luas Pantai Prigi 360, itu sebenarnya sangat bagus sekali. Tinggal konsepnya perlu diperbaiki.
“Saya sudah ngobrol banyak dengan pak bupati. Semoga pak bupati cepat eksekusi,” ucap Ajik.









