Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini ยท 23 Apr 2025 16:19 WIB

Mbok Yem, Penjaga Warung Legendaris Gunung Lawu, Meninggal Dunia


					Legenda Gunung Lawu Mbok Yem jatuh sakit, puluhan pendaki berbondong-bondong menjenguk. (Akun Tiktok @rina.arpo) Perbesar

Legenda Gunung Lawu Mbok Yem jatuh sakit, puluhan pendaki berbondong-bondong menjenguk. (Akun Tiktok @rina.arpo)

Sosok Inspiratif di Puncak Lawu Berpulang Akibat Pneumonia Akut

PanselaNews.com, Magetan – Kabar duka menyelimuti dunia pendakian Indonesia. Mbok Yem, perempuan penjaga warung legendaris di puncak Gunung Lawu, meninggal dunia pada Rabu, 23 April 2025, siang. Ia mengembuskan napas terakhir di kediamannya, Dusun Dagung, Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, Magetan, Jawa Timur, setelah berjuang melawan pneumonia akut. Informasi ini dikonfirmasi oleh Sugeng Sucipto, Kepala Seksi Pemerintahan Desa Gonggang.

Sebelumnya, Mbok Yem sempat menjalani perawatan di RSU Siti Aisyiyah, Ponorogo, karena radang paru-paru yang menyerang saluran pernapasannya. Pneumonia akut menjadi penyebab kepergian sosok yang bernama asli Wakiyem ini, meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan para pendaki yang mengenalnya.

Mbok Yem bukan sekadar penjaga warung. Sejak 1980-an, ia menjadi ikon di Hargo Dumilah, puncak Gunung Lawu, dengan warungnya yang terletak di ketinggian 3.150 meter di atas permukaan laut (mdpl), hanya 115 meter di bawah puncak. Warung ini dikenal sebagai warung tertinggi di Indonesia, melayani pendaki melalui jalur Cemoro Sewu dan Cemoro Kandang.

Bagi ribuan pendaki, Mbok Yem adalah simbol ketegaran dan kehangatan. Ia tak hanya menyediakan minuman dan makanan hangat di tengah suhu dingin, tetapi juga menjadi penyemangat langkah terakhir menuju puncak. Banyak pendaki mengenang keramahannya, ketabahannya menghadapi cuaca ekstrem, dan semangatnya yang tak pernah padam.

Kepergian Mbok Yem meninggalkan duka mendalam. Doa mengalir untuknya, semoga diterima di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran serta ketabahan.

Artikel ini telah dibaca 75 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wujudkan Budaya Berintegritas: SMK Negeri 1 Giritontro Wonogiri Gelar Deklarasi Sekolah Berintegritas

22 Mei 2026 - 18:51 WIB

Polda Jateng Ungkap Penipuan Online Modus Pig Butchering, 38 Tersangka Diamankan

22 Mei 2026 - 17:30 WIB

Presiden Prabowo Subianto Beli Sapi Kurban 1,37 Ton Milik Warga Pogalan Trenggalek

22 Mei 2026 - 11:19 WIB

Tingkatkan Layanan, Pemprov Jateng Bangun VIP Room Bandara Adi Soemarmo Solo

21 Mei 2026 - 21:28 WIB

Indeks Demokrasi Indonesia di Jateng Terus Membaik, Lampaui Nasional

21 Mei 2026 - 21:09 WIB

Kapolres Wonogiri Cup MLBB Seri 03 Tahun 2026, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Generasi Muda

21 Mei 2026 - 19:50 WIB

Trending di Berita Terkini