PanselaNews.com, Jakarta – Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor DPP PDI Perjuangan pada Selasa (25/2/2025, Juru Bicara PDI Perjuangan Ahmad Basarah mengklarifikasi pernyataan terkait instruksi Ketua Umum Megawati Soekarnoputri mengenai retret kepala daerah. Dia menegaskan bahwa Megawati tidak pernah melarang kepala daerah dari PDI Perjuangan untuk berpartisipasi dalam retret yang diselenggarakan oleh Pemerintah, khususnya Kementerian Dalam Negeri.
Basarah menjelaskan, instruksi harian yang dikeluarkan pada 20 Februari 2025 menekankan agar para kepala daerah menunda perjalanan ke lokasi retret di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah. “Hal ini dimaksudkan agar mereka dapat tetap fokus dan melayani masyarakat di daerah masing-masing,” ujarnya.
Lebih lanjut, Basarah menekankan, “Ketua Umum tidak melarang, namun meminta agar mereka tetap berada di daerah untuk menjalankan tugas dan amanah sebagai pemimpin yang terpilih.” Pesan ini menunjukkan bahwa PDI Perjuangan sangat mengedepankan tanggung jawab bagi para kepala daerah untuk aktif dalam melayani rakyat.
Sementara bagi kepala daerah yang sudah berada di Magelang, Megawati menginstruksikan agar mereka menyelesaikan rangkaian agenda pelatihan hingga 28 Februari mendatang. Basarah menekankan pentingnya sinergi antara program daerah dan program pemerintah pusat, demi mewujudkan harapan masyarakat.
Baca juga: Wamendagri Bima Arya: Sesi Materi Lemhannas Dimulai Malam Ini, 47 Kepala Daerah Belum Bergabung
PDI Perjuangan meyakini bahwa keberadaan fisik kepala daerah sangat diperlukan untuk menyerap aspirasi rakyat secara langsung. “Pemimpin yang terjun ke lapangan adalah strategi efektif untuk memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat,” tutup Basarah dengan penuh semangat. (tw)









