Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 11 Feb 2025 20:03 WIB

Mendes PDT Hapus Program Studi Banding Kades ke Luar Negeri, Ini Alasannya


					Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto memberikan keterangan pers di Kantor Kemendes Kalibata Jakarta, pada Selasa (11/2/2025). (Foto : RRI) Perbesar

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto memberikan keterangan pers di Kantor Kemendes Kalibata Jakarta, pada Selasa (11/2/2025). (Foto : RRI)

PanselaNews.com, Jakarta – Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) resmi menghapus program studi banding kepala desa ke luar negeri. Keputusan ini disampaikan oleh Menteri Desa, Yandri Susanto, usai pertemuan dengan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) dan Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI).

Yandri menjelaskan bahwa penghapusan program tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran. Ia menegaskan bahwa pihaknya sepenuh hati mendukung arahan Presiden untuk mengoptimalkan penggunaan anggaran negara.

BACA JUGA  Mapolda Jateng Resmi Memiliki Monumen Patung Jenderal Hoegeng, Sosok Polisi Jujur!

“Jadi, enggak boleh, program Kades ke luar negeri. Kami semua sekarang mengikuti arahan Presiden dan kami mendukung penuh. Saya kalau kunjungan, menginap di rumah-rumah penduduk, menginap di desa-desa, jadi insya Allah kita dukung seribu persen enggak boleh ke luar negeri,” kata Yandri di Kantor Kemendes, Jakarta, Selasa (11/2/2025).

BACA JUGA  Pemotor Jatuh Lalu Tewas Tertabrak Truk di Pracimantoro Wonogiri, Polisi Lakukan Olah TKP

Yandri juga menuturkan bahwa selama ini, dirinya tidak pernah menggunakan fasilitas hotel saat melakukan kunjungan kerja ke desa. Rombongan Kemendes lebih memilih untuk menginap di rumah warga desa. Menurutnya, hal ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara pemerintah desa dengan masyarakat.

“Kami ingin membentuk image kepala desa agar berani keluar, melihat contoh nyata pembangunan infrastruktur, pertanian, serta sektor-sektor lain di luar negeri, yang nantinya bisa diterapkan di desa mereka,” ucap Yandri.

BACA JUGA  Kantor Pertanahan Wonogiri Tetap Buka Layani Masyarakat Saat Libur Lebaran

Baca juga: Mendes PDT Yandri Ajak Kepala Desa Wujudkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk Program Makan Bergizi Gratis

Dengan penghapusan program studi banding ke luar negeri, Yandri berharap kepala desa dapat lebih fokus pada pembangunan di wilayahnya masing-masing. Ia menegaskan bahwa tugas Kemendes PDT adalah fokus pada desa-desa, sehingga tidak perlu lagi mengirim kepala desa ke luar negeri.(*)

Sumber: RRI

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polisi Evakuasi Jasad Pria Gantung Diri di Baturetno

6 Juni 2026 - 06:42 WIB

Hasil FIFA Matchday: Timnas Indonesia Vs Oman, Skuad Garuda Menang Telak 3-0

6 Juni 2026 - 01:48 WIB

Perangkat Desa se-Kecamatan Selogiri Ngluruk ke Kantor Pemkab Wonogiri, Desak Evaluasi Kinerja Camat Fredy Sasono

5 Juni 2026 - 19:59 WIB

Polda Jateng Gagalkan Peredaran 1,5 Kilogram Sabu, Ribuan Jiwa Terselamatkan dari Bahaya Narkotika

5 Juni 2026 - 18:37 WIB

Sekda Trenggalek Pimpin Kerja Bakti di Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

5 Juni 2026 - 11:07 WIB

Kuasa Hukum Keluarga Rusdi Warga Asal Wonogiri Klarifikasi Tuduhan Dugaan Penggelapan, dan Gugat Kakak Kandungnya di PN Sidoarjo

4 Juni 2026 - 18:32 WIB

Konferensi pers kuasa hukum kasus Rusdi Wijisaksono di Manyaran Wonogiri.
Trending di Berita Terkini