Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 19 Apr 2025 17:15 WIB

Menteri Nusron Minta Tata Ruang Provinsi Tak Ganggu Lahan Sawah


					Menteri Nusron Minta Tata Ruang Provinsi Tak Ganggu Lahan Sawah Perbesar

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid

 

PanselaNews.com,Semarang –Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mendorong penataan ruang di Provinsi Jawa Tengah melalui penerbitan rencana detail tata ruang (RTDR). Ia mengimbau agar RTDR yang dibuat tidak mengganggu lahan sawah.

“Tentang masalah tata ruangnya atau RDTR-nya di Jawa Tengah targetnya 322 RDTR dari target nasional 2.000,” ujar Nusron kepada awak media di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Kamis (17/5/2024).

Hal itu disampaikan dalam acara Dialog Bersama Menteri ATR/BPN dengan Kepala Daerah di Provinsi Jawa Tengah

Saat ini baru ada 60 RTDR yang diterbitkan di Jawa Tengah. Pihaknya akan bekerja sama dengan pemerintah kota maupun pemerintah provinsi untuk mencapai target tersebut. Ia berharap target Jateng bisa terselesaikan dalam tiga tahun.

BACA JUGA  Sekda Trenggalek Kukuhkan Pengurus KORPRI  Unit Perangkat Daerah Periode 2025-2030

Langkah ini guna memacu investasi di Jawa Tengah. Namun, Nusron menegaskan agar penataan ruang mengedepankan dimensi prudensial, seperti tidak mengganggu lahan sawah.

“Jangan sampai RDTR-nya nanti menabrak lahan sawah. Di mana lahan sawah apalagi yang sudah LP2B diubah menjadi lahan industri, lahan permukiman, maupun lahan pendidikan yang itu akan mengganggu ketahanan pangan,” katanya.

Nusron menjelaskan lahan sawah di Jawa Tengah dilindungi dalam bentuk lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B). Sesuai rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN), penetapan LP2B minimal 87 persen dari total lahan baku sawah (LBS).

Ia mengatakan lahan sawah yang sudah ditetapkan menjadi LP2B tidak diubah dalam kondisi apapun. Apalagi Presiden Prabowo Subianto memiliki program prioritas, di antaranya ketahanan pangan, hilirisasi, dan Program 3 Juta Rumah.

BACA JUGA  Mudik Jadi Tenang, KAI Daop 7 Madiun Sediakan 11.440 Kursi Tambahan Untuk Angkutan Lebaran 2025

“Bangun pabrik tapi gak makan lahan sawah, bangun rumah tapi gak makan lahan sawah. Sehingga ketahanan pangannya tetap tidak terganggu. Jadi kita sinergi mengatur di antara program prioritasnya Pak Presiden,” katanya.

Nusron menambahkan, program perumahan atau hilirisasi yang menggunakan lahan sawah akan mengurangi produksi beras. Hal tersebut dinilai bisa menimbulkan keributan di kemudian hari.

Pada kesempatan itu, ia menyerahkan secara simbolis sertifikat tanah barang milik daerah (BMD) kepada pemerintah daerah se-Jawa Tengah. Adapun jumlah sertifikat yang diserahkan sebanyak 31 sertifikat aset BMD Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan 443 sertifikat aset BMD Pemerintah Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah.

“Sertifikat asetnya pemda yang belum tersertifikatkan kita sertifikatkan. Kan masih banyak banget. Punya kabupaten, punya ini, belum tersertifikatkan. Apalagi punya kereta api, numpuk itu, belum tersertifikatkan,” tuturnya.

BACA JUGA  Prabowo: Kebijakan Harus Berpihak kepada Rakyat, Kader Gerindra Diminta Amanah

Lebih lanjut, Nusron mengungkapkan masih ada 19 persen dari total 2,2 juta hektare tanah di Jawa Tengah yang belum terpetakan dan tersertifikasi. Menurutnya, kondisi ini menjadi rentan timbul konflik. Untuk itu, pihaknya akan kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk memetakan tanah tersebut.

Dalam dialog tersebut, ia juga membahas pemanfaatan tanah-tanah yang tidak produktif sedang dipetakan. Tanah tersebut bersifat hak guna usaha (HGU) maupun hak guna bangunan (HGB) yang sudah habis. Ia sedang memetakan lahan tersebut dengan para kepala daerah agar menjadi produktif. (*)

Editor: Sarno Kenes

Penulis

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Weda Hendragiri Kembali Terpilih Sebagai Ketua Umum Pengkab IPSI Wonogiri Periode 2026–2030

17 April 2026 - 17:50 WIB

Aktif dan Adaptif di Era Digital, Bidhumas Polda Jateng Raih Tiga Penghargaan Nasional

17 April 2026 - 14:43 WIB

Batu Tebing Timpa Mobil Fortuner di KM 16 Trenggalek-Ponorogo, Jalur Ditutup

17 April 2026 - 10:30 WIB

Dua Orang Digrebek Polisi, Diduga Produksi Konten Porno di Hotel Tulungagung

16 April 2026 - 19:31 WIB

Kecelakaan Kerja di Giritontro Wonogiri, Satu Warga Meninggal Dunia

16 April 2026 - 16:45 WIB

Wamen Dikdasmen Tinjau Pembelajaran Digital di SD Kanisius Wonogiri, Polisi Pastikan Pengamanan Kondusif

15 April 2026 - 20:40 WIB

Trending di Berita Terkini