Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 28 Okt 2025 20:39 WIB

Nyoto Bareng Anak Difabel Semarang, Cara Sederhana Ahmad Luthfi Berbagi Kebahagiaan


					Nyoto Bareng Anak Difabel Semarang, Cara Sederhana Ahmad Luthfi Berbagi Kebahagiaan Perbesar

Gubernur Ahmad Luthfi makan soto bareng dengan kelompok difabel Kota Semarang di warung Soto Pak Wito Cabang Kariadi, Selasa (28/10) 

 

PanselaNews.com [SEMARANG] – Kedekatan Gubernur Ahmad Luthfi dengan kelompok difabel atau disabilitas terjalin akrab. Selalu ada momen istimewa ketika orang nomor satu Jawa Tengah itu bertemu dengan kelompok difabel di mana pun berada.

Sebagaimana terlihat saat ia makan soto bareng dengan kelompok difabel Kota Semarang di warung Soto Pak Wito Cabang Kariadi, Selasa, 28 Oktober 2025.

Ahmad Luthfi tak canggung sama sekali saat bertemu, berdialog, dan menyaksikan anak-anak difabel unjuk kebolehan. Suasana kian syahdu manakala ada yang baca puisi dan menyanyi.

Gubernur terlihat haru bahkan beberapa kali memeluk, mencium dan mengelus kepala anak difabel yang duduk di samping kanan dan kirinya.

BACA JUGA  Empat TPS di Trenggalek Direkomendasikan Coblos Ulang, Ini Kata Bawaslu

Itulah cara sederhana Ahmad Luthfi untuk berbagi kebahagiaan dengan kelompok difabel.

“Saya adalah Bapaknya Difabel Jawa Tengah. Setiap (kunjungan) di wilayah pasti saya temui. Saya juga punya anak difabel. Dari kecil dekat dengan saya, dan saya tidak pernah malu dan canggung,” kata Ahmad Luthfi saat berdialog dengan kelompok difabel.

Ahmad Luthfi menegaskan, kelompok difabel tidak hanya sebagai objek semata tetapi memiliki hak yang sama dengan kelompok masyarakat lainnya. Kesetaraan hak untuk kelompok difabel itulah yang terus digaungkan di Provinsi Jawa Tengah.

Tentunya dengan kolaborasi antara pemerintah provinsi melalui dinas sosial, kementerian terkait, serta seluruh kelompok masyarakat.

“Mereka mempunyai suatu kebahagiaan di tengah kekurangan yang dimiliki. Ini yang menjadi concern kita sehingga pemerintah wajib hadir, negara hadir, untuk memberikan suatu jaminan terkait pekerjaan mereka, keterampilan mereka, UMKM mereka, sehingga mereka memiliki daya guna bagi diri sendiri maupun orang lain,” tegasnya.

BACA JUGA  Ketua Umum PJI: Negara Harus Tegas, Terapkan TPPU dan Cabut Izin Pembalak Liar!

Untuk diketahui, jumlah penyandang disabilitas di Jawa Tengah sebanyak 117.404 orang atau 0,003% dari total penduduk. Ahmad Luthfi dan Pemprov Jateng memiliki perhatian khusus terhadap kelompok disabilitas/difabel untuk mewujudkan Jateng inklusi.

Perhatian itu diwujudkan dalam langkah nyata seperti membantu pemenuhan kebutuhan dasar, mengupayakan pendidikan, mendorong terbukanya lapangan pekerjaan, penyediaan aksesibilitas dan berbagai kebutuhan Penyandang Disabilitas.

“Kita punya kecamatan berdaya, di dalamnya mewadahi potensi wilayah di antaranya kelompok difabel, kelompok perempuan dan lansia, kelompok pemuda, dan lainnya. Kecamatan berdaya ini salah satu kreatif yang kita munculkan agar kelompok difabel terlindungi di sana termasuk bantuan hukum bagi merek,” ujarnya.

Selain itu, Pemprov Jateng juga terus mengupayakan agar perusahaan, baik BUMD dan BUMN maupun swasta, untuk dapat menyerap tenaga kerja dari kelompok disabilitas.

BACA JUGA  AirAsia, Scoot, Malindo Buka Rute Internasional dari Bandara Ahmad Yani ke Singapura & Malaysia

“Kesempatan kerja untuk difabel itu 2% di BUMD atau BUMN, kemudian 1% di perusahaan lain. Ini sudah jalan di Jawa Tengah dan terus kita dorong,” kata Ahmad Luthfi.

Adapun terkait makan soto bareng Gubernur Ahmad Luthfi dan kelompok difabel itu digagas pemilik warung Soto Pak Wito. Acara itu digelar bagian dari tasyakuran 1 tahun cabang Soto Pak Wito Kariadi Kota Semarang. Dalam kesempatan itu, Pak Wito juga secara terbuka mendeklarasikan akan menjadi sahabat difabel.

“Mulai hari ini saya akan menjadi sahabat difabel. Hari ini, besok, dan seterusnya saya akan dukung kelompok difabel,” ujarnya. (*)

Editor: Sarno Kenes

Penulis

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Cegah Karhutla Sejak Dini, Polda Jateng Imbau Warga Tidak Membakar Lahan dan Segera Laporkan Titik Api

26 Juli 2026 - 19:58 WIB

Respons Cepat Laporan Titik Api, Polisi Pastikan Tidak Ada Kebakaran Aktif di Perhutani Gemawang Ngadirojo

26 Juli 2026 - 19:43 WIB

Wajah Baru Pelayanan Publik, SPKT Polda Jateng Hadirkan Kenyamanan, Humanis, dan Bebas Pungli

26 Juli 2026 - 07:00 WIB

Apel Kesiapsiagaan Bencana Alam di Jatisrono, Perkuat Sinergi dan Kewaspadaan Hadapi Potensi Bencana

26 Juli 2026 - 06:45 WIB

Iwapi Jateng Gelar Pameran Produk Unggulan, Ajang Promosi UMKM Perempuan

26 Juli 2026 - 06:11 WIB

Hartanto Boechori: Pak Presiden Jurnalis Bukan “Londo Ireng”

26 Juli 2026 - 05:42 WIB

Trending di Berita Terkini