PanselaNews.com, Jakarta – Operasi Pasar Pangan Murah yang digelar pemerintah bersama PT Pos Indonesia mendapat sambutan positif dari masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Program ini, yang dimulai pada 24 Februari 2025 dan berlangsung hingga 29 Maret 2025, bertujuan menjaga stabilitas harga pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri. Ribuan warga memadati 4.500 gerai PT Pos Indonesia untuk mendapatkan bahan pangan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, bawang putih, dan daging dengan harga di bawah pasaran.

HET Bahan pangan pokok, Infografis/ Foto: @kementan
Peluncuran operasi pasar ini dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Kantor Pos Fatmawati, Jakarta Selatan. Dalam tahap awal, kegiatan digelar di 325 titik, yakni 215 gerai di Pulau Jawa dan 110 gerai di luar Jawa, sebelum diperluas ke seluruh Indonesia mulai 1 Maret 2025. “Dengan jaringan PT Pos Indonesia, kami pastikan pangan murah sampai ke pelosok desa, membantu masyarakat menghadapi Ramadan dengan tenang,” ujar Amran, seperti dilansir dari akun resmi Kementan di X pada 28 Februari 2025.
Masyarakat mengapresiasi ketersediaan bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau. Di Tasikmalaya, misalnya, warga rela antre sejak pagi untuk membeli beras SPHP seharga Rp12.300 per kg dan minyak goreng Minyakita di bawah HET. Seorang ibu rumah tangga, Rina, mengaku terbantu dengan program ini. “Harga di pasar mahal, jadi operasi pasar ini sangat membantu kami menjelang Ramadan,” katanya kepada media lokal pada 1 Maret 2025. Respons serupa juga terlihat di media sosial, dengan tagar #RamadanTenangMenyenangkan ramai digunakan.
Baca juga: Pos Indonesia Dukung Operasi Pasar Pangan Murah Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2025
Kolaborasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Perum BULOG, ID Food, dan PTPN, serta Unit Pelaksana Teknis Kementan di 88 titik. Direktur Utama PT Pos Indonesia, Faizal R. Djoemadi, menegaskan komitmen perusahaannya dalam mendukung distribusi. “Kami manfaatkan infrastruktur logistik kami agar pangan murah bisa diakses masyarakat luas,” ucap Faizal dalam pernyataan resminya. Program ini juga didukung arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan Ramadan 2025 berjalan tenang dan menyenangkan bagi rakyat.
Meski mendapat sambutan hangat, tantangan seperti distribusi ke daerah terpencil dan potensi penyalahgunaan oleh pedagang masih menjadi perhatian. Pemerintah berjanji meningkatkan pengawasan agar manfaat operasi pasar benar-benar dirasakan masyarakat. Dengan harga pangan yang terkendali, program ini diharapkan dapat menekan inflasi dan meningkatkan daya beli jelang hari raya, sekaligus menjadi bukti nyata sinergi pemerintah dan BUMN untuk kesejahteraan rakyat.
Sumber: @kementan














