Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 23 Jan 2025 18:24 WIB

Pemkab Trenggalek Gelar Festival Galaksi 2025


					Pemkab Trenggalek Gelar Festival Galaksi 2025 Perbesar

PanselaNews.com,Trenggalek- Menjaring partisipasi masyarakat dalam pembangunan Pemkab Trenggalek Festival Galaksi (Gagasan Lan Aksi) 2025.

Berbeda dengan festival gagasan yang pernah digelar festival ini sedikit dirubah tidak hanya gagasan saja, melainkan juga dibarengi dengan aksi.

Tentu harapannya dapat menghasilkan solusi inovatif yang bisa berdampak nyata pada masyarakat dan mendorong pembangunan Kabupaten Trenggalek ke arah yang lebih maju dan berkelanjutan.

Festival Galaksi kali ini diharapkan mampu menjadi wadah dan inovasi dari berbagai kalangan guna mendorong penguatan ekosistem dan inovasi pengembangan produk unggulan, penyelesaian permasalahan daerah serta percepatan pencapaian target pembangunan.

Mengusung Tema “Mewujudkan Trenggalek Berpendapatan Tinggi dan Mempercepat Pencapaian Net Zero Karbon”. Dalam kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan Pentahelix antara pemerintah, akademisi, pebisnis, media dan komunitas.

Melanching festival ini, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menegaskan meskipun kondisi kita pasang surut, ada yang ideal dan tidak ideal tetapi semangatnya pantang menyerah untuk tetap memberikan yang terbaik buat Trenggalek.

Apa bedanya dengan festival gagasan yang lalu Mas Ipin menerangkan kita sekarang ini masuk ke era yang namanya Meta. Good Governance itu bagi orang mungkin kita belum mencapai ke sana. Kita sama-sama tahu anggaran saat ini tidak cukup sedangkan kebutuhannya banyak. Kadang saya sedih pelaksanaan musrenbang seperti  tidak ada artinya. Rebutan usul, tidak ada uang dan akhirnya tetap saja tidak terlaksana.

BACA JUGA  Presiden Prabowo akan Berpidato di Sidang Majelis Umum PBB Setelah Donald Trump

Sebenarnya Festival Galaksi ini adalah festival gagasan dan aksi. Kita berharap semua orang punya kesadaran bahwa keberhasilan pembangunan ini  tidak hanya tanggung jawab bupati dan seluruh aparatnya saja akan tetapi semua orang itu punya keterlibatan.

Diberi amanah berupa uang rakyat harapannya bisa kita gunakan untuk kemudian bisa menjadi Trigger mendorong optimalisasi. Makanya kalau ada yang tanya apa perbedaan gagasan dengan festival Galaxy sekarang, satu perbedaannya?

Yang sekarang itu anggarannya letaknya tidak di OPD. Kemudian kalau dulu sifatnya festival gagasan, hanya seperti Musrembang nya anak muda, kemudian OPD yang bertanggung jawab. Tapi kali ini uangnya langsung didapatkan oleh pemenang dan pemenang bertanggung jawab melaporkan eksekusi hadiahnya kepada stakeholder.

Jadi bedanya 1, duitnya tidak lagi di OPD tapi duitnya di masyarakat. Kemudian kedua kalau dulu festival gagasan itu muncul dari dua hal, pengetahuan dan kedua pengalaman pengetahuan nulis. Bisa jadi karena belajar membaca kemudian membandingkan yang sifatnya gagasan, bisa dibilang yang masih ngomong-ngomong, masih ada di otak atau belum pernah melakukan. Tapi namanya ide gagasan itu layak kita apresiasi.

“Tetapi saya sebenarnya yang ingin lebih mengapresiasi bagi mereka yang memiliki gagasan berdasarkan pengalaman. Jadi best experience itu nanti yang harusnya muncul. Jadi bedanya yang kedua ini tidak cuma menerima gagasan yang belum dilakukan tetapi malah kita sangat mengapresiasi gagasan yang sifatnya bersumber dari pengalaman yang sudah dilakukan,” tegas Bupati Trenggalek.

BACA JUGA  Gubernur Ahmad Luthfi Cek Lokasi Banjir Solo Raya, Pastikan Penanganan Segera

“Perbedaan yang ketiga festival ini bukan festivalnya orang elit. Akademisi yang sudah tercerahkan atau birokrat yang memang sudah tahu prosedur. Maka harapan saya nanti di dalam submit gagasannya Itu dipermudah. Jangan disuruh bikin proposal yang tebel, ada latar belakang, ada tujuan. Kalau seperti itu komunitas di desa-desa nggak mau ikut,” tegas kepala daerah muda ini melanjutkan pesannya, Kamis (23/1/2025).

Cukup 1 lembar PDF yang menceritakan gagasan sampai menjawab masalah. Syukur-syukur kalau sudah dilaksanakan.  Komunitas tersebut mendokumentasikan itu, dalam bentuk foto atau video. Punya nggak media sosial, banyak sebenarnya kok dari web yang sudah punya medsos. Nah itu di tautkan linknya esensinya itu di gagasannya bukan di cantiknya.

“Jadi jangan sampai habis waktu orang nggak berani ikut karena caranya. Biar semua orang bisa ikut ini, Karena ini festival embongan wong deso. Jadi kalau masyarakat berpartisipasi dalam pembangunan, yaitu bagian dari kecintaan mereka terhadap terhadap Kabupaten Trenggalek,” tutupnya.

BACA JUGA  AFC U-23 2024: Timnas Indonesia Vs Uzbekistan, Berebut Tiket Olimpiade Paris

Sebagai penyelenggara Festival Galaksi ini, Kepala Bapeda Litbang Kabupaten Trenggalek, Ratna Sulistyowati menambahkan “seperti yang disampaikan oleh Pak Bupati tadi festival ini harapannya menjadi ruang untuk menghimpun ide-ide kreatif dan inovasi dari masyarakat berbagai kalangan. Tidak hanya gagasan saja, tetapi juga bagaimana memastikan ide-ide yang kreatif ini bisa direalisasikan,” terang perempuan yang juga berprofesi dokter ini.

Kita berharap dengan kolaborasi Pentahelix antara pemerintah, akademisi, pengusaha, media dan komunitas apa yang dicita-citakan  dalam festival  ini bisa diwujudkan. Dijelaskan oleh Ratna peserta festival ini bisa individu atau kelompok. “Peserta dapat berasal dari berbagai kalangan, seperti akademisi termasuk pelajar mahasiswa ataupun dosen. Kemudian juga pelaku usaha, komunitas, pemerintah dan masyarakat umum dapat mengirimkan lebih dari satu gagasan,” lanjutnya.

Gagasan dapat berupa gagasan baru maupun dalam proses pengembangan. Kemudian gagasan tidak mengandung Sara dan tidak melanggar hukum atau aturan yang berlaku yang merupakan karya asli pribadi atau kelompok. Kemudian peserta wajib bertanggung jawab penuh terhadap karya yang dikirimkan.

Pengiriman abstraksi gagasan ini dibatasi hingga tanggal 23 Februari tahun 2025 melalui Google Formulir. Dari sini  gagasan yang diusulkan mendapatkan penilaian kelayakan Abstraksi Gagasan, tandasnya. (Sar)

Editor: Sarno Kenes

Penulis

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Satlantas Polres Wonogiri Ajak Siswa TK Belajar Tertib Berlalu Lintas Melalui Program Polisi Sahabat Anak

20 April 2026 - 09:43 WIB

Truk Muatan Daun Jeruk Tabrak Pohon di Wonogiri, Satu Orang Meninggal Dunia

20 April 2026 - 08:04 WIB

Polda Jateng Bongkar Peredaran Sabu di Karanganyar dan Surakarta, Kurir dan Rekan Ditangkap

20 April 2026 - 07:35 WIB

Jemaah Haji Asal Jateng Siap Diberangkatkan, Kloter Pertama dari Embarkasi Solo

19 April 2026 - 19:33 WIB

Polisi Kawal Ketat Longmarch PSHT di Purwantoro, Ratusan Peserta Ikuti Kenaikan Sabuk Putih

19 April 2026 - 18:54 WIB

Weda Hendragiri Kembali Terpilih Sebagai Ketua Umum Pengkab IPSI Wonogiri Periode 2026–2030

17 April 2026 - 17:50 WIB

Trending di Berita Terkini