Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 21 Mei 2025 22:13 WIB

Pemkab Trenggalek Teken Kerja Sama dengan PT Concentrix, Ubah Sampah jadi listrik


					Pemkab Trenggalek Teken Kerja Sama dengan PT Concentrix, Ubah Sampah jadi listrik Perbesar

Pemkab Trenggalek teken kerjasama dengan PT Concentrix sebagai tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang sebelumnya telah dilakukan. [Foto: KBRT/Zamz]

PanselaNews.com [TRENGGALEK]- Pemerintah Kabupaten Trenggalek resmi menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT Concentrix Industri Indonesia dalam pengelolaan sampah menjadi energi listrik berbasis teknologi terbarukan.

Kerja sama ini akan berjalan selama 30 tahun dengan nilai investasi sebesar USD 121 juta atau setara Rp1,9 triliun.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Trenggalek,Muyono Piranata, menyampaikan bahwa proyek ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang sebelumnya telah dilakukan bersama PT Concentrix.

“Setelah melakukan MoU, kami memfinalkan draft Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait kegiatan pengelolaan sampah di Kabupaten Trenggalek dengan PT Concentrix. Latar belakangnya adalah untuk mengubah sampah menjadi energi baru terbarukan, yaitu energi listrik,” ujar Muyono, Selasa, 21 Mei 2025.

BACA JUGA  Intruksi Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi: 3 Pilar Gunakan Kearifan Lokal Libatkan Adat Istiadat Untuk Ciptakan Rasa Aman

Lokasi proyek akan ditempatkan di Desa Ngentrong, Kecamatan Karangan, di atas lahan milik pemerintah daerah seluas 9,8 hektare. Dalam kerja sama ini, Pemkab Trenggalek berkewajiban menyediakan 150 ton sampah per hari sebagai bahan baku produksi energi.

“Kami memohon agar pelaksanaannya tetap mengikuti kaidah lingkungan dan didukung dengan dokumen Amdal,” tambahnya.

Menurut Muyono, perusahaan menyampaikan bahwa mereka menggunakan teknologi kimia canggih yang tidak menghasilkan limbah cair. Sisa proses justru dimanfaatkan kembali untuk memanaskan energi pembangkit, sehingga minim risiko terhadap lingkungan sekitar.

Dari kerja sama ini, Pemkab Trenggalek akan memperoleh sejumlah manfaat, seperti prioritas penyerapan tenaga kerja lokal dan pendapatan dari sewa lahan yang akan dievaluasi setiap 10 tahun menggunakan penilaian independen.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan mendapatkan kepemilikan golden share sebesar 5 persen dari nilai investasi, yang akan diberikan setelah perusahaan beroperasi selama lima tahun.

BACA JUGA  Gelar Workshop Pemuda Mitra Kamtibmas, Polda Jateng Bekali Kaum Muda Tolak Paham Radikalisme

“Kalau masalah sosialisasi, sebelum pengurusan Amdal, kami akan lakukan evaluasi publik,” jelas Muyono.

Direktur Utama PT Concentrix Industri Indonesia, Asep Nugraha, menyampaikan optimismenya terhadap proyek ini yang menjadi investasi perdana perusahaan di Indonesia dengan membawa teknologi terbaru dari luar negeri.

“Saya sangat gembira. Harapan saya, masuknya kami berinvestasi di sini bisa mengangkat perekonomian masyarakat sekitar dan tetap mengangkat kearifan lokal,” kata Asep.

Ia menambahkan, proses perizinan di Trenggalek cukup sederhana dan pemerintah daerah menyambut baik inisiatif investasi. Asep mengklaim bahwa teknologi kimia yang akan digunakan merupakan yang pertama dan termodern di Indonesia.

“Teknologi ini sebelumnya hanya ada di Amerika dan Eropa. Ini pertama kalinya dibawa ke Indonesia dan kami pilih Trenggalek sebagai lokasi proyek pertama,” jelasnya.

BACA JUGA  Dewan Pers Khawatir PHK Massal Media Kurangi Jurnalis Berkualitas

Terkait pasokan sampah, Asep mengaku yakin dapat memenuhi kebutuhan 150 ton per hari. Semua jenis sampah—termasuk sisa panen seperti jerami—bisa diolah oleh perusahaan.

“Kami tidak mengelola limbah B3 untuk saat ini, tapi ke depan bisa saja jika memungkinkan,” ujarnya.

Sementara itu, Edi Siswanto selaku penghubung antara perusahaan dan Pemkab Trenggalek mengatakan bahwa inisiatif ini berangkat dari keinginannya sebagai putra daerah yang ingin melihat Trenggalek maju lewat teknologi.

“Tujuan kami hanya bersinergi agar proyek ini bisa terwujud. Saya diberi kesempatan membawa investor ke sini. Mudah-mudahan tidak ada kendala dan semuanya berjalan lancar,” tutur Edi.

Proyek ini diharapkan dapat menjadi percontohan nasional dalam pengelolaan sampah modern berbasis teknologi ramah lingkungan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Trenggalek.

Editor: Sarno Kenes

Penulis

Artikel ini telah dibaca 77 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wujudkan Budaya Berintegritas: SMK Negeri 1 Giritontro Wonogiri Gelar Deklarasi Sekolah Berintegritas

22 Mei 2026 - 18:51 WIB

Polda Jateng Ungkap Penipuan Online Modus Pig Butchering, 38 Tersangka Diamankan

22 Mei 2026 - 17:30 WIB

Presiden Prabowo Subianto Beli Sapi Kurban 1,37 Ton Milik Warga Pogalan Trenggalek

22 Mei 2026 - 11:19 WIB

Tingkatkan Layanan, Pemprov Jateng Bangun VIP Room Bandara Adi Soemarmo Solo

21 Mei 2026 - 21:28 WIB

Indeks Demokrasi Indonesia di Jateng Terus Membaik, Lampaui Nasional

21 Mei 2026 - 21:09 WIB

Kapolres Wonogiri Cup MLBB Seri 03 Tahun 2026, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Generasi Muda

21 Mei 2026 - 19:50 WIB

Trending di Berita Terkini