Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 11 Des 2025 22:32 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Angkat 13.111 PPPK Paruh Waktu, Para Guru Terharu


					Gubernur Ahmad Luthfi Angkat 13.111 PPPK Paruh Waktu, Para Guru Terharu Perbesar

 

PanselaNews.com [SEMARANG] – Suasana penuh haru dan bahagia menyelimuti para pegawai honorer, setelah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi mengangkat mereka sebagai Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.

Kebijakan itu menjadi titik balik bagi belasan ribu honorer, terutama guru dan tenaga pendidik, yang selama bertahun-tahun mengabdi dalam keterbatasan tanpa kepastian status.

Acara yang berlangsung di Stadion Jatidiri Kota Semarang itu, ditandai dengan penandatanganan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan sejumlah perwakilan pegawai honorer. Sebanyak 13.111 honorer pun ditetapkan sebagai PPPK Paruh Waktu.

Hadir pula Wakil Gubernur Taj Yasin, Sekda Jateng Sumarno, serta Kepala BKN Kantor Regional 1 Yogyakarta, yang menyaksikan momentum besar tersebut.

Salah satu yang merasakan kebahagiaan mendalam adalah Feni Ekomawati, guru asal Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, yang memulai perjalanan mengajarnya pada 2017 di SMK swasta Kabupaten Pati. Saat itu, dia bersemangat mengajar tanpa melihat besarnya honor yang diterima.

BACA JUGA  Bangunan Joglo MWCNU di Girimarto Wonogiri Ambruk, TNI-Polri bersama Warga Bantu Evakuasi

Pada 2021, dia mengikuti seleksi PPPK dan dinyatakan lolos. Namun formasi saat itu tidak tersedia sehingga harus menunggu. Berlanjut di tahun berikutnya, situasi belum berubah.

“Kami bersama rekan-rekan yang lain melakukan berbagai upaya. Mulai audiensi, aksi damai di 2023 dan 2024, hingga aksi lanjutan di Jakarta pada Agustus 2025. Kami hanya ingin dihargai. Kami punya keluarga untuk dinafkahi, tapi kami tetap memilih mengabdi demi murid-murid kami,” kata Feni.

Mimpi itu pun akhirnya terwujud, setelah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akhirnya mengumumkan pengangkatan PPPK Paruh Waktu. Feni tak kuasa menahan rasa haru sekaligus bahagia.

“Walaupun paruh waktu, kami sangat bersyukur. Penantian kami akhirnya terjawab,” ujar Feni, yang kini ditempatkan mengajar di SMA Negeri 1 Karanganyar, Demak.

Kebahagiaan serupa dirasakan Supriadi, guru PPKn yang telah 15 tahun mengabdi di SMK Al-Ma’arif Demak. Dia pernah tiga kali mencoba CPNS, namun gagal. Pada seleksi PPPK 2021, namun saat itu penempatan tidak muncul karena regulasi dan formasi belum dibuka.

BACA JUGA  Kapolres Pimpin Langsung Pengamanan Kunjungan Capres RI di Kabupaten Wonogiri

“Gaji guru swasta sangat terbatas, jadi saya harus nyari sambilan. Tapi saya tetap bertahan, karena mengajar adalah panggilan,” ungkapnya.

Kini, berkat kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Supriadi resmi diangkat sebagai PPPK Paruh Waktu, dan ditempatkan di SMK Negeri 1 Demak.

“Ini penghargaan besar bagi kami. Semoga ke depan bisa meningkat menjadi penuh waktu, bahkan PNS,” harapnya.

Para guru tersebut menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, terutama kepada Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, yang dinilai telah memberi perhatian nyata bagi kesejahteraan guru honorer.

“Terima kasih, Pemprov Jateng akhirnya memperhatikan kami,” ungkapnya.

Dengan status baru sebagai PPPK Paruh Waktu, semangat para guru untuk mendidik semakin meningkat. Mereka yakin, langkah ini adalah bagian penting dalam mempersiapkan Generasi Emas Indonesia 2045, di mana kualitas sumber daya manusia lahir dari ketulusan pendidik yang kini merasa dihargai.

BACA JUGA  Bupati Trenggalek Buka Latgab MDMC se-Jawa Timur

“Semakin bersemangat mengabdi, terutama turut serta mewujudkan Indonesia Emas 1945,” tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi menyebut, Jawa Tengah sebagai daerah dengan pengangkatan PPPK Paruh Waktu terbanyak di Indonesia.

“Penerimaan ini tidak gampang. Mereka melalui tahap seleksi. Hari ini SK turun, saya ucapkan selamat,” tegasnya.

Setelah pengangkatan tersebut, total ASN di lingkungan Pemprov Jateng kini mencapai 63.049 orang, terdiri dari 29.849 PNS, 20.089 PPPK, dan tambahan PPPK Paruh Waktu yang baru menerima SK.

Luthfi menegaskan, SK bukan sekadar dokumen administratif, melainkan kepercayaan negara yang harus dijaga.

“SK ini harus jadi motivasi dalam meningkatkan kinerja. Jangan sampai hasil jerih payah dan kesabaran pudar setelah dapat SK. Harus lebih rajin nanti,” tandasnya. (*)

Sumber: Diskominfo Jateng

Penulis

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Weda Hendragiri Kembali Terpilih Sebagai Ketua Umum Pengkab IPSI Wonogiri Periode 2026–2030

17 April 2026 - 17:50 WIB

Aktif dan Adaptif di Era Digital, Bidhumas Polda Jateng Raih Tiga Penghargaan Nasional

17 April 2026 - 14:43 WIB

Batu Tebing Timpa Mobil Fortuner di KM 16 Trenggalek-Ponorogo, Jalur Ditutup

17 April 2026 - 10:30 WIB

Dua Orang Digrebek Polisi, Diduga Produksi Konten Porno di Hotel Tulungagung

16 April 2026 - 19:31 WIB

Kecelakaan Kerja di Giritontro Wonogiri, Satu Warga Meninggal Dunia

16 April 2026 - 16:45 WIB

Wamen Dikdasmen Tinjau Pembelajaran Digital di SD Kanisius Wonogiri, Polisi Pastikan Pengamanan Kondusif

15 April 2026 - 20:40 WIB

Trending di Berita Terkini