Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 16 Jul 2026 20:17 WIB

Pemprov Jateng Kumpulkan Admin Medsos OPD, Beberkan Jurus Baru Lawan Hoaks di Dunia Digital


					Pemprov Jateng Kumpulkan Admin Medsos OPD, Beberkan Jurus Baru Lawan Hoaks di Dunia Digital Perbesar

 

 

PanselaNews.com [SEMARANG] – Tantangan komunikasi pemerintah kini bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memastikan masyarakat tidak terjebak hoaks yang beredar begitu cepat di ruang digital.

Hal itu ditekankan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Digital (Diskomdigi) Jawa Tengah, Lilik Henry Ristanto, pada Dialog Opini berjudul Harmonisasi Pengelolaan Kehumasan di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah #3: Implementasi Rekomendasi Analisis Berita dan Penanganan Hoaks di Gedung Merah Putih Kompleks Kantor Gubernur Jateng, Kamis, 16 Juli 2026.

Karena itu, imbuh Lilik, Diskomdigi mengenalkan inovasi Padhang yakni Pantauan Data Hoaks Jawa Tengah, sebagai platform resmi untuk memverifikasi informasi, sekaligus menerima laporan dugaan hoaks dari masyarakat.

“Diskomdgi menerima respons atau masukan dari masyarakat, yaitu ada kegelisahan mengenai konten-konten atau berita-berita, atau pesan yang meragukan kebenarannya. Kemudian teman-teman Diskomdigi mencetuskan sebuah platform digital namanya Padhang. Nah, Padhang ini dalam bahasa Jawa juga diartikan terang benderang,” kata Lilik.

BACA JUGA  Solar Industri Melonjak, Nelayan Jateng Minta Skema BBM Khusus

Menurutnya, melalui Standar Operasional Prosedur (SOP) tertentu, mulai dari pengumpulan data, verifikasi, sampai statemen yang menyatakan kalau itu hoaks akan ditampilkan hoaks, dan kalau fakta juga ditampilkan fakta setelah melalui proses verifikasi.

“Harapannya, melalui inovasi Padhang ini, masyarakat Jawa Tengah dapat terhindar dari dampak hoaks, yang itu bisa saja menyesatkan, atau bahkan merugikan masyarakat finansial,” bebernya.

Platform tersebut menyediakan layanan klarifikasi hoaks seputar Jawa Tengah, isu nasional, literasi digital, hingga kanal pelaporan melalui WhatsApp. Yaitu Padhang Jateng untuk klarifikasi hoaks tentang Jawa Tengah, Padhang Nasional untuk klarifikasi hoaks isu nasional, Padhang Sinau untuk sosialisasi literasi digital; dan Lapor Padhang untuk aduan hoaks via whatsapp Dinas Komdigi (08112883393) , Instagram Komdigi Jateng dan Laporgub.

BACA JUGA  Retret Manunggal Jateng 2025: Birokrasi Bersatu, Jawa Tengah Maju

Asisten Administrasi Sekda Jateng Dhoni Widianto menegaskan, penyebaran hoaks kini menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah. Oleh karena itu, kehadiran platform Padhang sangat penting untuk menyaring informasi.

“Kita apresiasi ya karena platform digital Padhang ini bisa menjawab tantangan dan permasalahan, terkait dengan isu-isu publik yang ada di era digital ini. Dan itu menuju bagaimana kita sebagai Pemerintah Jawa Tengah membentuk opini publik yang positif,” terangnya.

Pihaknya juga meminta OPD se-Jateng untuk menghubungkan dan merespon platform Padhang. Mengingat, platform yang berhasil adalah yang bisa dimanfaatkan maksimal oleh para pemakai (user),
“Kami minta juga kepada Dinas Komidigi untuk melakukan evaluasi terhadap OPD-OPD dalam pemanfaatan aplikasi Padhang ini,” ujarnya.

BACA JUGA  Berikan Ceramah Pembekalan kepada Pasis Dikreg LII Sesko TNI, Menteri AHY: Siapkan Tata Ruang Wilayah Pertahanan yang Kredibel dan Adaptif

Dalam forum tersebut, peserta juga mendapat pembekalan dari Ketua Ikatan Pranata Humas (iPrahumas) Indonesia Fachrudin Ali Ahmad dan Jawara Wahyu Al Faraday selaku PIC Tim Cyber Drone 9 Kementerian Komdigi RI.

Fachrudin Ali menilai langkah Pemprov Jateng membangun database penanganan hoaks melalui Padhang merupakan inovasi yang patut diapresiasi. Menurutnya, masyarakat kini memiliki kanal resmi untuk memastikan suatu informasi merupakan fakta atau sekadar kabar bohong.

“Yang penting sekarang adalah konsistensi pembaruan data dan kampanye, agar masyarakat benar-benar memanfaatkan platform ini,” katanya. (*)

Penulis

Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tamu se-Nusantara Dibikin Ketagihan Kuliner Jawa Tengah

12 September 2026 - 15:11 WIB

Menag RI Puji Kesiapan Jateng Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional

12 September 2026 - 14:47 WIB

Gara-gara Cemburu, Suami di Tulungagung Bakar Mobil Tetangga

12 September 2026 - 07:45 WIB

MTQ Nasional di Jateng Jadi Momen Pulang ke “Rumah Kedua” Gubernur Kaltara

12 September 2026 - 06:57 WIB

Menag Nasaruddin Umar: Jadikan Al-Qur’an sebagai “Living Qur’an”

11 September 2026 - 20:07 WIB

Olahraga Pagi Sambil Cek Kesehatan Gratis, Biddokkes Polda Jateng Layani 150 Warga di Lapangan Sidodadi

11 September 2026 - 11:11 WIB

Trending di Berita Terkini