Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 3 Sep 2026 14:07 WIB

Pemprov Jateng Siapkan Asuransi untuk Bentengi 10 Ribu Hektare Sawah


					Pemprov Jateng Siapkan Asuransi untuk Bentengi 10 Ribu Hektare Sawah Perbesar

 

Gubernur Ahmad Luthfi meminta kepada para petani yang mengalami gagal panen atau puso, agar mengajukan asuransi. Jangan sampai petani terjerat pinjaman online (pinjol) atau pinjam uang ke rentenir.

 

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi hadiri panen raya padi di Desa Kedungbanjar, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Kamis (3/9/2026).

PanselaNews.com [PEMALANG] – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan program asuransi pertanian lewat PT Jamkrida Jateng, untuk memproteksi hingga 10 ribu hektare lahan sawah yang berisiko mengalami gagal panen atau puso.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menjelaskan, skema itu dihadirkan agar para petani yang terdampak bencana kekeringan tidak terjerat pinjaman online maupun rentenir, demi memulihkan modal tanam.

BACA JUGA  3.947 CPNS dan PPPK Jateng Terima SK, Ahmad Luthfi Tekankan Integritas

“Di Jawa Tengah kita siapkan asuransi untuk 10 ribu hektare lahan gagal panen atau puso. Jamkrida siap meng-cover apabila terjadi puso,” kata Luthfi, saat berdialog dengan kelompok tani, seusai panen raya padi di Desa Kedungbanjar, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Kamis,3 September 2026.

Karenanya, Luthfi meminta kepada para petani yang mengalami gagal panen atau puso, agar mengajukan asuransi. Jangan sampai petani terjerat pinjaman online (pinjol) atau pinjam uang ke rentenir.

“Kalau gagal panen, tidak boleh pinjam rentenir dan pinjol. Gagal panen sudah ada Jamkrida, asuransinya ada,” tegas gubernur.

Selain itu, imbuhnya, Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian, untuk menyediakan benih untuk petani. Bantuan akan diberikan melalui beberapa skema, setelah ada laporan dan dilakukan verifikasi lapangan.

BACA JUGA  Gempa Magnitudo 1.9 Guncang Kulon Progo DIY, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

Adapun untuk penanganan kekeringan untuk lahan pertanian, Pemprov Jateng juga sudah menyiapkan sejumlah mekanisme. Di antaranya, optimalisasi irigasi tersier pada sawah irigasi, serta pemanfaatan irigasi perpompaan dan perpipaan pada jaringan irigasi lahan yang mengalami keterbatasan air. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan air, mengurangi risiko gagal panen, dan menjaga produktivitas panen.

Luthfi menjelaskan, di Jawa Tengah tercatat ada 242.826 hektare sawah tadah hujan, dan 530.748 hektare sawah irigasi. Intervensi sawah tadah hujan dilakukan dengan irigasi perpompaan, sedangkan sawah irigasi diintervensi dengan jaringan irigasi tersier.

“Kita juga upayakan untuk menjaga dan mempertahankan sawah petani, agar tidak beralih fungsi,” ucap Luthfi.

BACA JUGA  Usai Ikuti Sidang Tahunan DPR-MPR RI, Menteri AHY Bertolak ke Kaltim untuk Ikuti Rangkaian Acara HUT ke-79 RI di IKN

Sementara itu, perwakilan kelompok tani di Kabupaten Pemalang juga memanfaatkan pertemuan dengan Gubernur Ahmad Luthfi untuk menyampaikan berbagi permasalahan yang dialami. Mulai dari pendangkalan sungai dan saluran irigasi, jalan usaha tani, hingga bantuan benih padi yang lebih baik.

Terkait hal itu, Ahmad Luthfi menegaskan, pengerukan sedimentasi di sungai dan saluran irigasi akan diajukan dalam anggaran 2027. Sementara, untuk jalan usaha tani telah menjadi prioritas dan akan segera ditindaklanjuti.

“Untuk penanganan pendangkalan juga perlu koordinasi dengan pihak terkait, termasuk bupati-walikota,” tandasnya. (*)

Penulis

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tamu se-Nusantara Dibikin Ketagihan Kuliner Jawa Tengah

12 September 2026 - 15:11 WIB

Menag RI Puji Kesiapan Jateng Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional

12 September 2026 - 14:47 WIB

Gara-gara Cemburu, Suami di Tulungagung Bakar Mobil Tetangga

12 September 2026 - 07:45 WIB

MTQ Nasional di Jateng Jadi Momen Pulang ke “Rumah Kedua” Gubernur Kaltara

12 September 2026 - 06:57 WIB

Menag Nasaruddin Umar: Jadikan Al-Qur’an sebagai “Living Qur’an”

11 September 2026 - 20:07 WIB

Olahraga Pagi Sambil Cek Kesehatan Gratis, Biddokkes Polda Jateng Layani 150 Warga di Lapangan Sidodadi

11 September 2026 - 11:11 WIB

Trending di Berita Terkini