Semangat maestro jaranan tua di Trenggalek memukau penonton, menutup Festival Jaranan ke-29 dengan pesan pelestarian budaya.
Panselanews.com [TRENGGALEK] – Penampilan para maestro kesenian jaranan berhasil memukau ribuan penonton di penutupan Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) ke-29 tahun 2025. Meski sebagian besar telah berusia lanjut, para seniman tetap menampilkan gerak jaranan Turangga Yaksa sesuai pakem asli tanpa gubahan, dengan durasi panjang dan energi penuh di Alun-alun Trenggalek.
Sorak kagum dan tepuk tangan penonton terus mengiringi setiap hentakan kaki dan tabuhan gamelan. Atraksi mereka menjadi bukti bahwa kesenian jaranan masih hidup kuat di tengah masyarakat modern.

Penampilan jaranan dengan pakem asli tanpa gubahan memukau penonton dari berbagai daerah. (Sumber: prokopimtrenggalek)
Wakil Bupati Trenggalek Syah Mohamad Natanegara yang hadir menutup festival memberikan apresiasi langsung kepada para maestro tersebut. Ia menyerahkan penghargaan khusus atas dedikasi mereka dalam menjaga tradisi dan melestarikan budaya lokal.
“Bagaimanapun kesenian ini juga menjadi budaya asli Trenggalek yang harus terus kita lestarikan. Para maestro jaranan adalah aset daerah yang luar biasa,” ujar Wabup Syah dalam sambutannya, Sabtu (4/10/2025).
Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) ke-29 telah berlangsung selama tujuh hari penuh, menampilkan puluhan kelompok jaranan dari berbagai daerah. Setiap tim menampilkan ciri khas dan inovasi masing-masing, namun tetap menjaga nilai tradisi dan filosofi gerak jaranan asli.
Syah Mohamad Natanegara juga berharap agar penyelenggaraan FJTT tahun depan semakin meriah dan dapat masuk dalam agenda Karisma Event Nasional (KEN) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
“Harapan kami, tahun depan FJTT bisa menjadi bagian dari Karisma Event Nasional. Dengan begitu, gaungnya akan semakin besar dan memberi dampak ekonomi bagi pelaku seni dan UMKM daerah,” tambahnya.
Selama festival berlangsung, ribuan pengunjung memadati area alun-alun setiap malam. Selain pertunjukan jaranan, panitia juga menghadirkan pameran UMKM, kuliner lokal, dan pentas musik tradisional.
FJTT 2025 menjadi ajang apresiasi dan kebanggaan masyarakat Trenggalek terhadap seni jaranan, yang telah menjadi ikon budaya daerah sekaligus daya tarik wisata unggulan Jawa Timur bagian selatan.(*)













