Mahasiswa Tuntut Evaluasi dan Transparansi Atas Kasus Kekerasan Seksual
PanselaNews.com, Pacitan – Sejumlah mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pacitan menggelar aksi demo di depan Mapolres Pacitan, Jawa Timur, pada Selasa, 22 April 2025. Aksi ini merupakan bentuk protes atas dugaan kekerasan seksual yang dilakukan oknum polisi berinisial LC terhadap seorang tahanan perempuan. Mahasiswa membentangkan poster dan banner berisi kecaman, serta menaburkan bunga sebagai simbol kritik terhadap kasus yang mencoreng institusi kepolisian.
Koordinator aksi, Yusuf Mukib, menuntut evaluasi menyeluruh terhadap sistem perlindungan tahanan di Polres Pacitan. “Kami mengecam tindakan bejat oknum polisi ini dan meminta transparansi serta penegakan hukum yang adil,” tegas Yusuf. Ia juga mendesak pihak kepolisian untuk meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat atas insiden tersebut.
Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Azhar, menyampaikan permohonan maaf atas nama pribadi dan institusi. “Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat,” ujar Ayub. Ia memastikan bahwa LC sedang menjalani proses hukum internal oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jatim.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Jules Abraham Abast, menjelaskan bahwa LC telah dinonaktifkan dari jabatannya sejak lebih dari sepekan lalu dan kini ditahan di ruang tahanan khusus Propam. “LC diduga melakukan kekerasan seksual terhadap tahanan perempuan. Proses pemeriksaan masih berlangsung, dan ia terancam sanksi pemberhentian tidak hormat (PTDH),” kata Jules di Surabaya, Senin, 21 April 2025.
Kapolda Jatim, Irjen Nanang Avianto, memberikan atensi khusus pada kasus ini. “Peristiwa ini menjadi evaluasi serius bagi kami. Kami berkomitmen menindak tegas pelanggaran hukum di lingkungan kepolisian,” ungkap Jules. Polda Jatim juga menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang mencoreng citra kepolisian tersebut. (dari berbagai sumber)
Editor: Tri Wahyudi









