Kunjungan Ketua TP Posyandu Jateng Apresiasi Inovasi Posyandu Tulip
Panselanews.com [SEMARANG] – Posyandu Tulip di RW 08 Kelurahan Cangkiran, Kecamatan Mijen, Semarang, menjadi pilot project implementasi 6 Standar Pelayanan Minimum (SPM) di Jawa Tengah. Kunjungan Ketua Tim Penggerak (TP) Posyandu Provinsi Jawa Tengah, Ny. Hj Nawal Arafah Yasin, pada Rabu (21/5/2025), mengapresiasi dedikasi kader Posyandu Tulip dalam mewujudkan layanan berbasis Permendagri Nomor 13 Tahun 2024.

Ketua TP Posyandu Jateng Ny. Hj Nawal Arafah Yasin meninjau stan pameran 6 SPM di Posyandu Tulip, Kelurahan Cangkiran, Semarang, pada 21 Mei 2025. (Foto: Syahidan)
Posyandu Tulip telah menerapkan 6 SPM, meliputi kesehatan, pendidikan, sosial, ketertiban umum, perlindungan masyarakat, dan perumahan. Dengan lima meja pelayanan—pendaftaran, penimbangan, pencatatan, penyuluhan, dan kesehatan—Posyandu ini juga memiliki data kesehatan keluarga yang lengkap, bahkan mencatat gangguan seperti kera masuk kampung. “Pendataan di Posyandu Tulip sangat komprehensif, menjadikannya percontohan di Jawa Tengah,” ujar Ning Nawal.
Untuk mempercepat penerapan 6 SPM, Ning Nawal akan mendorong Surat Edaran agar setiap kabupaten/kota memiliki minimal tiga Posyandu percontohan. Sementara itu, Ketua TP Posyandu Kota Semarang, Listyati Iswar Aminuddin, menyebutkan dari 1.642 Posyandu aktif di Semarang, tiga di antaranya—termasuk Posyandu Tulip—telah menjadi percontohan.
Plt Lurah Cangkiran, Ipang Filrandhi, melaporkan bahwa sejak Januari 2025, Posyandu Tulip telah menangani 22 pengaduan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga perumahan. Inovasi seperti Gerakan Serbu Bagor Mas, Pesta Swarga, dan Kebun Gizi Migunani memperkuat peran Posyandu dalam mendukung masyarakat.
Selama kunjungan, warga juga memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis dan stan pameran 6 SPM, yang menampilkan program seperti Kukus Manis, penyuluhan kesehatan, hingga rehabilitasi trauma pasca-bencana. Posyandu Tulip menjadi bukti bahwa pelayanan berbasis komunitas dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara holistik. (*)









