Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 23 Apr 2025 15:53 WIB

Program Kecamatan Berdaya Jateng: Naik Kelas demi Ketahanan Ekonomi


					Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meluncurkan program Perbesar

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meluncurkan program "Kecamatan Berdaya" untuk meningkatkan peran kecamatan di 35 kabupaten/kota sebagai pusat kemajuan ekonomi dan kreativitas. Acara peluncuran berlangsung di Taman Cerdas Jebres, Surakarta, pada Rabu, 23 April 2025 (Foto: Zulkarnain)

Gubernur Ahmad Luthfi Luncurkan Inisiatif Pemberdayaan di Surakarta

PanselaNews.com, Surakarta – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meluncurkan program “Kecamatan Berdaya” untuk meningkatkan peran kecamatan di 35 kabupaten/kota sebagai pusat kemajuan ekonomi dan kreativitas. Acara peluncuran berlangsung di Taman Cerdas Jebres, Surakarta, pada Rabu, 23 April 2025, sekaligus memperkenalkan Kartu Zilenial dan Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak.

Program Kecamatan Berdaya Jateng oleh Gubernur Ahmad Luthfi tingkatkan ekonomi dan pemberdayaan di 35 kabupaten, luncurkan di Surakarta. (Foto: Zulkarnain)

Program ini menjadikan kecamatan sebagai epicentrum pemberdayaan perempuan, anak, disabilitas, dan anak muda potensial, sekaligus kepanjangan tangan pemerintah provinsi. “Jumlah desa di Jateng lebih dari 8.000, provinsi tak mampu langsung menyentuh desa, tapi camat mampu,” ujar Ahmad Luthfi. Inisiatif ini mencakup ekonomi kreatif, pelatihan berbasis potensi, santripreneur, tani milenial, internet desa, konten kreator, hingga sekolah bebas perundungan.

Secara teknis, program ini melibatkan pelatihan, konseling, dan pertemuan dengan akademisi serta wirausaha untuk mendorong kemandirian kelompok rentan. Saat ini, sudah ada empat kecamatan per kabupaten/kota yang menjadi role model, dengan bupati dan wali kota diminta menetapkan kecamatan prioritas melalui SK.

Ketua Tim Penggerak PKK Jateng, Nawal Arafah Yasin, menambahkan bahwa Kecamatan Berdaya menyatukan sumber daya dari pemerintah, desa, masyarakat, perguruan tinggi, dan dunia usaha. Program ini juga mengintegrasikan aspirasi masyarakat dalam pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, serta menjadi best practice nasional berkat partisipasi aktif kelompok rentan.

Rektor UNS, Prof Hartono, turut mendukung program ini dengan menawarkan pelatihan, pola asuh, dan pengiriman mahasiswa KKN ke daerah. Dalam acara tersebut, Ahmad Luthfi juga menyapa anak-anak yang berlatih tari dan taekwondo, membagikan alat tulis, serta mengunjungi stan UMKM lokal.

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wamen Dikdasmen Tinjau Pembelajaran Digital di SD Kanisius Wonogiri, Polisi Pastikan Pengamanan Kondusif

15 April 2026 - 20:40 WIB

Jelang Iduladha, Jateng Gencarkan Layanan Kesehatan Hewan Keliling Cegah Penyakit Ternak

15 April 2026 - 20:20 WIB

Guru PAI Garda Terdepan Akhlak: Mursyidi Tegaskan Kemuliaan Profesi Guru Tak Lekang oleh Waktu

15 April 2026 - 18:17 WIB

BPBD Jateng Gercep Tangani Banjir Solo Raya, dari Evakuasi Hingga Kebut Pompanisasi

15 April 2026 - 18:02 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Cek Lokasi Banjir Solo Raya, Pastikan Penanganan Segera

15 April 2026 - 16:51 WIB

Persatuan Jurnalis Wonogiri Gelar Maksi dan Halalbihalal, Solidaritas Wartawan Kian Menguat

15 April 2026 - 12:33 WIB

Trending di Berita Terkini