Fun Training untuk Lansia: Hidup Sehat, Aktif, dan Produktif di Usia Senja
Panselanews.com [WONOGIRI] – Program pengabdian masyarakat bertajuk “Lansia Segar, Sehat, Gembira, Berharga” sukses digelar di Balai Desa Bero, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, pada Sabtu, 9 Agustus 2025, pukul 08.30–15.30 WIB. Kegiatan ini menghadirkan fun training yang dirancang untuk membekali lansia dengan wawasan pola hidup sehat, fisioterapi sederhana, serta pemberdayaan ekonomi dan sosial.
Dengan pendekatan humanis, program ini bertujuan meningkatkan kesehatan fisik, mental, dan kepercayaan diri lansia, sekaligus mendorong pembentukan komunitas lansia yang mandiri dan produktif. Acara ini menghadirkan fasilitator berpengalaman, seperti Ken Sasmita (Certified Trainer Pemberdayaan Masyarakat), Kartika Puspitasari (Penggerak Swadaya Masyarakat Kemendesa PDT), dan Lusi Natalia (Fisioterapis).

Program “Lansia Segar, Sehat, Gembira, Berharga” di Desa Bero, Wonogiri, hadirkan fun training untuk lansia sehat, aktif, dan produktif. (Foto: Dok.)

Kolaborasi dengan Fakultas Vokasi Universitas Sanata Dharma, PT. Berkat Prima Sakti, PT. Luas Birus Utama, PT. Esa Medika Mandiri, dan Nata Home memastikan kegiatan ini berjalan komprehensif. “Kami menyambut baik gagasan agar lansia di Desa Bero lebih peduli terhadap kesehatan tubuh, semangat dalam menjalani usia senja, dan tetap berkontribusi untuk keluarga dan lingkungannya,” ujar Roh Edy, Kepala Desa Bero.
Pendaftaran peserta dilakukan melalui Sekretariat Desa Bero, memastikan akses mudah bagi warga setempat. Program ini menawarkan edukasi pola hidup sehat, mencakup nutrisi seimbang, olahraga ringan, dan pencegahan penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes, yang menurut Riskesdas 2018 menjadi masalah utama lansia di Indonesia.
Sesi fisioterapi sederhana dipandu Lusi Natalia, mengajarkan gerakan untuk menjaga fleksibilitas sendi dan mengurangi nyeri akibat penuaan. “Fisioterapi sederhana bisa membantu lansia tetap aktif, dengan latihan gerakan sendi serta keseimbangan tubuh,” ujar Lusi. Pendekatan ini sejalan dengan program Kemenkes untuk lansia sehat dan aktif melalui Posyandu Lansia.
Selain itu, peserta juga dilatih menggunakan alat medis rumah tangga, seperti tensimeter, oksimeter, dan alat tes gula darah, yang dipandu oleh Sri Widodo dari Fakultas Vokasi Universitas Sanata Dharma. Pelatihan ini membantu lansia memantau kesehatan secara mandiri. “Pendidikan kesehatan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup lansia,” kata Sri Widodo, menekankan pentingnya teknologi elektro medis dalam perawatan lansia. Fokus pemberdayaan ekonomi dan sosial menjadi salah satu keunggulan program ini.
Lansia diajak menemukan potensi diri melalui kegiatan produktif, seperti membuat kerajinan tangan atau usaha peternakan. “Saya ingin tetap bermanfaat, mungkin dengan membuat kerajinan atau usaha peternakan,” ujar Sri Raharjo, seorang lansia Desa Bero. Kegiatan ini juga mendorong pembentukan komunitas lansia sebagai wadah solidaritas dan kemandirian, dengan kegiatan yang lebih variatif dan produktif.
Mulyadi, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, yang hadir dalam acara ini, menegaskan, “Kegiatan kelompok lansia dapat disinergikan dengan dukungan dana desa melalui perencanaan RKP Desa agar semakin optimal.” Kegiatan di Desa Bero, yang berjarak 24 km dari ibu kota Wonogiri, menjadi inspirasi bagi desa lain untuk memberdayakan lansia.
“Lansia bukan beban, tetapi aset berharga yang bisa menginspirasi generasi muda,” tutup Kartika Puspitasari, memotivasi semangat gotong royong di komunitas. Program ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menciptakan lansia yang sehat, aktif, dan produktif, sekaligus memperkuat solidaritas sosial di Desa Bero dan sekitarnya. (JokoPur)
Editor: Tri Wahyudi











