Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 31 Mar 2025 21:51 WIB

Salat Idulfitri di Halaman Gereja Kayutangan Malang, Simbol Toleransi Abadi


					Romo, suster, frater, serta pengurus gereja turut menyambut jemaah Masjid Jami yang tidak kebagian tempat di area utama masjid. (Foto:RRI Malang/Awang)
Perbesar

Romo, suster, frater, serta pengurus gereja turut menyambut jemaah Masjid Jami yang tidak kebagian tempat di area utama masjid. (Foto:RRI Malang/Awang)

PanselaNews.com, Malang – Gereja Paroki Hati Kudus Yesus Kayutangan di Kota Malang kembali membuka halamannya untuk Salat Idulfitri pada Senin, 31 Maret 2025. Tradisi yang telah berlangsung bertahun-tahun ini menjadi wujud nyata toleransi antarumat beragama di Indonesia. Sejak pukul 05.00 WIB, romo, suster, frater, dan pengurus gereja mempersiapkan lokasi dengan menggelar alas salat, dibantu mahasiswa Katolik dari Universitas Negeri Malang, untuk menyambut jemaah yang membludak dari Masjid Jami’ di Jalan Merdeka Barat.

BACA JUGA  Jateng Berlakukan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor Tanpa KTP Pemilik Lama

Romo Paulus Teguh O.Carm, salah satu pengurus Gereja Kayutangan, menyatakan kebanggaannya atas tradisi ini. “Kami diberkahi lokasi yang memungkinkan kebersamaan ini. Tradisi ini kami jaga untuk menunjukkan kebinekaan dan ke-Indonesiaan yang sejati,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa persiapan telah dilakukan sejak hari sebelumnya, termasuk mengumpulkan koran dan alas untuk kenyamanan jemaah. Usai salat, pengurus gereja berjejer di depan gerbang, mengucapkan selamat Idulfitri kepada umat Islam yang melintas, menciptakan momen hangat penuh kebersamaan.

BACA JUGA  Ungkap Peredaran Tembakau Sintetis, Polres Wonogiri Tangkap Dua Pelaku

Gereja Kayutangan, yang berdiri sejak abad ke-19 di Jl. Sugiyopranoto, terkenal dengan arsitektur neo-gotiknya yang megah. Berdekatan dengan Masjid Jami’ Malang, yang juga didirikan pada abad ke-19 dengan gaya Jawa-Arab, kedua bangunan ini menjadi simbol harmoni antaragama. Jemaah Salat Id yang tak tertampung di masjid meluber hingga halaman gereja, menunjukkan betapa tradisi ini telah mengakar kuat di hati masyarakat Malang sebagai bagian dari perayaan Idulfitri 1446 H.

Baca juga: Kemenag Tetapkan Lebaran 2025, Sidang Isbat Digelar 29 Maret

Momen ini bukan hanya tentang berbagi ruang, tetapi juga memperkuat nilai toleransi dan keberagaman. Mahasiswa yang turut membantu menyampaikan rasa bangga ikut melestarikan tradisi ini. Diharapkan, kebersamaan antara umat Islam dan Katolik di Kota Malang terus terjaga, menjadi teladan bagi daerah lain di Indonesia dalam merawat kebhinekaan di tengah perbedaan keyakinan.

BACA JUGA  Gubernur Ahmad Luthfi: Kecamatan Berdaya Jangan Hanya Dicanangkan tapi Harus Operasional dan Sejahterakan Masyarakat

Sumber: RRI

Penulis

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ribuan Lampion Terangi Langit Borobudur Saat Perayaan Waisak

1 Juni 2026 - 21:24 WIB

Polres Wonogiri Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Komitmen Terhadap Nilai-nilai Kebangsaan

1 Juni 2026 - 17:59 WIB

Perbaikan Jalan Randublatung-Cepu Masuk Tahap Lelang

1 Juni 2026 - 16:46 WIB

Kapolres Trenggalek Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Teguhkan Komitmen Kebangsaan

1 Juni 2026 - 11:53 WIB

Peringati Hari Lahir Pancasila, Pegawai di Lingkup Sekda Trenggalek Gelar Upacara

1 Juni 2026 - 10:22 WIB

Kapolres Trenggalek Hadiri Panen Raya Padi Organik

29 Mei 2026 - 18:24 WIB

Trending di Berita Terkini