PanselaNews.com, Bekasi – PT Sanken Indonesia, perusahaan elektronik asal Jepang, dipastikan akan menghentikan operasional pabriknya di Kawasan Industri MM2100, Cikarang, Bekasi, pada Juni 2025. Penutupan total ini mengakibatkan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran, dengan ratusan karyawan terdampak. Keputusan ini menambah daftar penutupan pabrik di Indonesia, menyusul isu ekonomi global dan perubahan strategi perusahaan induk di Jepang.
Berdasarkan laporan, PT Sanken Indonesia, yang memproduksi komponen listrik seperti transformator dan power supply, akan memindahkan fokus produksi ke sektor semikonduktor di Jepang. Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT Sanken Indonesia, Dedy Supriyanto, mengungkapkan kekhawatiran karyawan. “Semua akan di-PHK. Kami memahami ini hak manajemen, tapi kami perjuangkan kompensasi yang layak,” ujar Dedy dalam wawancara pada 20 Februari 2025. Ia menyebut negosiasi pesangon masih berlangsung, dengan target selesai sebelum Ramadan 2025.
Baca juga: Ribuan Karyawan Sritex Sukoharjo Di-PHK, Tinggalkan Kenangan di Seragam Bertanda Tangan
Penutupan ini pertama kali diumumkan pada Februari 2024, namun proses produksi masih berjalan hingga Juni 2025. Sebanyak 459 pekerja aktif terancam kehilangan pekerjaan, ditambah 500 lainnya yang telah di-PHK sebelumnya. Kementerian Perindustrian menyatakan, keputusan ini murni dari induk perusahaan dan bukan akibat iklim usaha di Indonesia. Publik kini menantikan langkah pemerintah dan serikat pekerja untuk memastikan hak karyawan terpenuhi. (*)










