Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 2 Jun 2025 10:14 WIB

Sekda Trenggalek Edy Soepriyanto: Pancasila Bukan Sekadar Dokumen Historis Namun Juga Rumah Keberagaman


					Sekda Trenggalek Edy Soepriyanto: Pancasila Bukan Sekadar Dokumen Historis Namun Juga Rumah Keberagaman Perbesar

 

PanselaNews.com (TRENGGALEK) – Sekretaris Daerah (Sekda) Trenggalek, Edy Soepriyanto, mengatakan bahwa Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945, tapi juga rumah bagi keberagaman Indonesia.

Hal itu disampaikan Sekda Edy Soepriyanto, pada upacara
peringatan hari lahirnya Pancasila 1 Juni, bertempat di halaman kantor Setda, Senin, 02 Mei 2025.

Menurutnya Sekda Edy, Pancasila merupakan jiwa bangsa, pandangan hidup bersama serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka bersatu berdaulat, adil dan makmur.

Membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, mantan Asistten Pemerintahan dan Kesra itu menekankan bawasannya tanggal 1 Juni bangsa ini memperingati momentum yang sangat penting dalam sejarah bangsa Indonesia, sebagai hari lahir Pancasila.  Hari dimana tidak hanya mengenang rumusan dasar negara, tetapi juga meneguhkan kembali komitmen bangsa terhadap nilai-nilai luhur yang menjadi pondasi berdirinya negara kesatuan Republik Indonesia.

BACA JUGA  Kanwil BPN Jawa Tengah Juara Umum Karate HANTARU 2024

Edy menambahkan Pancasila adalah rumah besar bagi keberagaman Indonesia yang mempersatukan lebih dari 270 juta jiwa dalam latar belakang suku, agama, ras, budaya dan bahasa. “Yang berbeda dalam ideologi bangsa ini, kita belajar bahwa kebhinekaan bukanlah alasan untuk terpecah melainkan kekuatan untuk bersatu dari sila pertama hingga sila kelima,”  tuturnya.

Didalamnya, sambung Edy menambahkan. “Terkandung prinsip-prinsip yang menuntun kita membangun bangsa dengan semangat gotong royong keadilan sosial dan penghormatan terhadap martabat manusia.  Salah satu yang paling fundamental adalah memperkokoh ideologi Pancasila demokrasi dan hak asasi manusia. Mengapa ini menjadi prioritas, karena kita menyadari bahwa kemajuan tanpa arah ideologis akan mudah goyah. Kemajuan ekonomi tanpa pondasi nilai Pancasila bisa melahirkan ketimpangan kemajuan teknologi tanpa bimbingan moral,” tegasnya.

BACA JUGA  Irjen Pol Ahmad Luthfi Gelar Bhakti Sosial dan Layanan Kesehatan di Kendal

Sekda ini juga mengajak melakukan revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam segala dimensi kehidupan.  Mulai dari, pendidikan, birokrasi, ekonomi maupun ruang-ruang digital.

Dalam dunia pendidikan kita perlu menanamkan Pancasila sejak dini. Bukan sekedar dalam pelajaran formal maupun dalam praktek keseharian sekolah dan universitas. Pendidikan harus menjadi tempat lahirnya generasi yang cerdas secara intelektual, tangguh secara karakter dan kuat dalam integritas moral di lingkungan pemerintahan dan birokrasi.

Nilai-nilai Pancasila harus hadir dalam bentuk pelayanan publik yang berkeadilan transparan dan berpihak pada rakyat. Setiap kebijakan dan program harus mencerminkan semangat kemanusiaan dan keadilan sosial, bukan kepentingan kelompok atau golongan. Dalam bidang ekonomi kita perlu memastikan bahwa pembangunan tidak hanya dinikmati oleh segelintir orang, tetapi menjadi berkah bagi seluruh rakyat Indonesia.

BACA JUGA  3.947 CPNS dan PPPK Jateng Terima SK, Ahmad Luthfi Tekankan Integritas

Keadilan sosial sebagaimana termaktub dalam sila kelima harus menjadi orientasi utama usaha mikro kecil dan menengah. Ekonomi kerakyatan koperasi harus diberdayakan agar tidak ada warga yang tertinggal dalam kemajuan bangsa. Dalam ruang digital kita harus membangun kesadaran kolektif,  bahwa dunia maya bukan ruang bebas namun juga menekankan nilai etika, toleransi dan saling menghargai.

“Pancasila harus menjadi panduan dalam berinteraksi di media sosial, maupun platform digital lainnya. Mari kita perangi hoax ujaran kebencian lokasi dengan literasi digital dan semangat gotong royong,” tandas sekda Trenggalek itu.

Editor: Sarno Kenes

Penulis

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Weda Hendragiri Kembali Terpilih Sebagai Ketua Umum Pengkab IPSI Wonogiri Periode 2026–2030

17 April 2026 - 17:50 WIB

Aktif dan Adaptif di Era Digital, Bidhumas Polda Jateng Raih Tiga Penghargaan Nasional

17 April 2026 - 14:43 WIB

Batu Tebing Timpa Mobil Fortuner di KM 16 Trenggalek-Ponorogo, Jalur Ditutup

17 April 2026 - 10:30 WIB

Dua Orang Digrebek Polisi, Diduga Produksi Konten Porno di Hotel Tulungagung

16 April 2026 - 19:31 WIB

Kecelakaan Kerja di Giritontro Wonogiri, Satu Warga Meninggal Dunia

16 April 2026 - 16:45 WIB

Wamen Dikdasmen Tinjau Pembelajaran Digital di SD Kanisius Wonogiri, Polisi Pastikan Pengamanan Kondusif

15 April 2026 - 20:40 WIB

Trending di Berita Terkini