Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 1 Mar 2025 20:08 WIB

Serangan Umum 1 Maret 1949: Kisah Heroik TNI di Yogyakarta Melawan Belanda


					Monumen Serangan Oemum 1 Maret (Foto: Istimewa) Perbesar

Monumen Serangan Oemum 1 Maret (Foto: Istimewa)

PanselaNews.com, Yogyakarta – Hari ini menandai peringatan 76 tahun Serangan Umum 1 Maret 1949, salah satu peristiwa penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Berlokasi di Yogyakarta, serangan ini menjadi simbol keberanian Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam melawan penjajahan Belanda pasca-Proklamasi Kemerdekaan 1945. Aksi heroik tersebut tidak hanya mengguncang Belanda, tetapi juga membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia tetap berdaulat di tengah Agresi Militer II.

Serangan Umum 1 Maret 1949 dipimpin oleh Letnan Kolonel Soeharto, yang kala itu masih berusia 27 tahun, bersama pasukan TNI lainnya. Dengan strategi cerdas dan semangat pantang menyerah, mereka berhasil menduduki Yogyakarta selama enam jam, menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kekuatan militer yang tak bisa diremehkan. “Kami ingin dunia tahu bahwa kami masih ada dan berjuang. Yogyakarta adalah bukti nyata,” kata Soeharto dalam catatan sejarah yang kerap dikutip hingga kini.

BACA JUGA  Kapolres Wonogiri Hadiri Upacara Hari Kebangkitan Nasional

Peristiwa ini bermula dari tekanan Belanda yang melancarkan Agresi Militer II pada Desember 1948, menawan Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta. Dalam situasi genting, TNI memutuskan melakukan serangan balasan untuk mengembalikan moral rakyat dan mempertahankan eksistensi Republik Indonesia.

BACA JUGA  Syukuran Hari Bhayangkara Ke-79, Kapolda Jateng Serahkan Penghargaan dan Bantuan Bedah Rumah Bagi Masyarakat

Baca juga: PSIM Yogyakarta Juara Liga 2 2025: Laskar Mataram Akhiri Penantian Panjang

Dampak dari Serangan Umum 1 Maret sangat signifikan. Dunia internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mulai memandang serius perjuangan Indonesia, yang kemudian mempercepat pengakuan kedaulatan pada 27 Desember 1949. “Aksi di Yogyakarta membuka mata dunia bahwa Belanda tidak sepenuhnya menguasai Indonesia,” tutur Duta Besar Indonesia untuk Belanda saat itu, Sutan Sjahrir, dalam arsip diplomatik yang baru-baru ini dipublikasikan kembali.

BACA JUGA  Polres Trenggalek Intensifkan Penertiban Kendaraan Odol

Hingga kini, peristiwa ini dikenang sebagai wujud keberanian dan persatuan bangsa. Setiap 1 Maret, berbagai upacara digelar di Yogyakarta untuk menghormati para pahlawan. “Generasi muda harus tahu bahwa kemerdekaan ini diraih dengan darah dan air mata,” Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, dalam amanatnya pada peringatan tahun ini, 1 Maret 2025. Kisah Serangan Umum 1 Maret 1949 tetap menjadi inspirasi bahwa perjuangan kecil bisa mengubah sejarah besar. (tw)

Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bocah SD Boyolali Ini Bikin Bangga Jateng, Raih Pengakuan NASA Dapat Laptop dari Ahmad Luthfi

29 Juli 2026 - 20:28 WIB

Tongkat Komando Polres Wonogiri Resmi Berganti, AKBP Haris Munandar Resmi Pimpin Polres Wonogiri

29 Juli 2026 - 18:51 WIB

Polda Jateng Gelar Sertijab Terhadap 6 PJU dan 16 Jabatan Kapolres Jajaran

29 Juli 2026 - 16:36 WIB

Kombes Pol Yuliyanto Resmi Menjabat Kabid Humas Polda Jateng, Siap Perkuat Kemitraan Strategis dengan Insan Pers

29 Juli 2026 - 15:21 WIB

Mencuri di Kamar Kost, Pria Ini Diringkus Warga Sebelum Diserahkan ke Polisi

29 Juli 2026 - 11:00 WIB

Ini Pemenang Logo Hari Jadi ke-81 Jateng, Padukan Batik Parang dan Ukir Lung-lungan

28 Juli 2026 - 19:46 WIB

Trending di Berita Terkini