Bupati Rio: Data Presisi dan Pendidikan Jadi Jurus Pamungkas
PanselaNews.com, Situbondo – Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menjadikan Sekolah Rakyat dan Data Tunggal Sosial Ekonomi dan Nasional (DTSEN) sebagai strategi utama untuk mengentaskan kemiskinan. Hal ini disampaikan Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, usai berdialog dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Pendopo Kabupaten Situbondo, Sabtu, 19 April 2025.

Situbondo pakai Sekolah Rakyat & DTSEN entaskan kemiskinan. Bupati Rio target kemiskinan di bawah 9% dalam 5 tahun. (Foto: kemensos.go,id)
“DTSEN membuat kebijakan lebih presisi. Kita tahu siapa yang miskin ekstrem dan butuh intervensi. Ini jurus pamungkas,” ujar Rio, dikutip dari laman kemensos.go.id. Ia menjelaskan, DTSEN memungkinkan pemerintah menargetkan bantuan secara tepat, sementara Sekolah Rakyat akan meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat desil 1-2 (kelompok termiskin).
Pemkab Situbondo telah menyiapkan 6 hektare lahan untuk Sekolah Rakyat dan memanfaatkan bangunan eksisting sebagai langkah awal. “Kami siapkan lahan, data, dan siswa. Situbondo siap support abis,” kata Rio. Ia menargetkan angka kemiskinan turun di bawah 9% dalam lima tahun ke depan, meninggalkan warisan kebijakan yang memberdayakan.
Menteri Sosial Gus Ipul menyebut Sekolah Rakyat sebagai “harapan baru” untuk mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan. “Ini bukan hanya bangunan, tapi ruang lahirnya harapan bagi anak-anak dari keluarga rentan,” ujarnya. Ia mencatat, 280 pemerintah daerah telah mengajukan usulan Sekolah Rakyat, dengan target awal 100-200 sekolah dibangun tahun ini. Situbondo menjadi salah satu daerah paling siap dan akan membahas teknis lanjutan di Jakarta.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pilar sosial, Situbondo optimistis menjadi daerah yang lebih inklusif dan sejahtera.









