Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 5 Jun 2025 13:20 WIB

Tol Semarang-Demak Seksi 1 Rampung 2027, Jadi Tanggul Laut Anti-Rob


					Progres pembangunan Tol Semarang-Demak Seksi 1 di Terboyo, Semarang, yang terintegrasi dengan tanggul laut dan kolam retensi, 4 Juni 2025. (Foto: Zulkarnain)

Perbesar

Progres pembangunan Tol Semarang-Demak Seksi 1 di Terboyo, Semarang, yang terintegrasi dengan tanggul laut dan kolam retensi, 4 Juni 2025. (Foto: Zulkarnain)

Proyek Rp10,9 Triliun Atasi Banjir dan Kemacetan di Kaligawe-Sayung

Panselanews.com [SEMARANG] – Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1, yang juga berfungsi sebagai tanggul laut (Giant Sea Wall), ditargetkan selesai pada April 2027. Proyek senilai Rp10,9 triliun ini dirancang untuk mengatasi banjir rob dan kemacetan di jalur Pantura Semarang-Demak, khususnya di wilayah Kaligawe hingga Sayung. Kepala Satuan Kerja (Satker) Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak, Wandi Saputra, mengatakan proyek ini terdiri dari tiga paket pekerjaan: 1A (Rp2,02 triliun), 1B (Rp6,84 triliun), dan 1C (Rp2,11 triliun), dengan nilai konstruksi Rp10,05 triliun, sudah termasuk PPN, terkontrak sejak 2022.

“Jalan tol sepanjang 10,64 kilometer ini memiliki tanggul laut sepanjang 6,7 kilometer untuk menahan banjir rob di Kaligawe-Sayung,” ujar Wandi di Semarang, Rabu (4/6/2025). Selain sebagai tol dan tanggul laut, proyek ini mencakup pembangunan dua kolam retensi di Terboyo (189 hektare, kapasitas 6,7 juta m³) dan Sriwulan (28 hektare, kapasitas 1,2 juta m³). Kolam ini dilengkapi 10 pompa berkapasitas 5 m³/detik untuk mengendalikan banjir non-rob akibat hujan.

Hingga Mei 2025, progres pembangunan mencapai 42,81%, dengan rincian Seksi 1A (63,75%), Seksi 1B (41,55%), dan Seksi 1C (26,79%). Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, dalam peninjauan pada 27 Mei 2025, menyatakan tanggul laut akan berfungsi secara fungsional mulai Januari 2026 untuk menahan rob, meski belum dioperasikan sebagai jalan tol. “Ini solusi jangka panjang untuk banjir rob dan kemacetan,” kata Luthfi.

Proyek ini juga terintegrasi dengan sistem polder dan drainase regional, menutup lima sungai (Sringin, Tenggang, Sriwulan, Kaidin, Menyong) yang selama ini menjadi jalur masuk air rob. Namun, tantangan seperti cuaca ekstrem dan penurunan muka tanah menjadi perhatian, dengan penggunaan matras bambu sebagai pondasi untuk menjaga stabilitas. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyiapkan langkah jangka pendek, seperti desalinasi air bersih untuk warga Sayung yang terdampak rob.(*)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polisi Evakuasi Jasad Pria Gantung Diri di Baturetno

6 Juni 2026 - 06:42 WIB

Hasil FIFA Matchday: Timnas Indonesia Vs Oman, Skuad Garuda Menang Telak 3-0

6 Juni 2026 - 01:48 WIB

Perangkat Desa se-Kecamatan Selogiri Ngluruk ke Kantor Pemkab Wonogiri, Desak Evaluasi Kinerja Camat Fredy Sasono

5 Juni 2026 - 19:59 WIB

Polda Jateng Gagalkan Peredaran 1,5 Kilogram Sabu, Ribuan Jiwa Terselamatkan dari Bahaya Narkotika

5 Juni 2026 - 18:37 WIB

Sekda Trenggalek Pimpin Kerja Bakti di Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

5 Juni 2026 - 11:07 WIB

Kuasa Hukum Keluarga Rusdi Warga Asal Wonogiri Klarifikasi Tuduhan Dugaan Penggelapan, dan Gugat Kakak Kandungnya di PN Sidoarjo

4 Juni 2026 - 18:32 WIB

Konferensi pers kuasa hukum kasus Rusdi Wijisaksono di Manyaran Wonogiri.
Trending di Berita Terkini