Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 17 Jan 2025 14:35 WIB

Transformasi Pendidikan Indonesia Melalui SD Inpres di Era Soeharto


					Foto: Istimewa Perbesar

Foto: Istimewa

PanselaNews.com [Wonogiri] – Dalam era kepemimpinan Presiden Soeharto, satu kebijakan yang memiliki dampak besar terhadap pendidikan di Indonesia adalah pembangunan Sekolah Dasar Inpres (SD Inpres). Program ini, yang dimulai dengan Instruksi Presiden (Inpres) No. 10 Tahun 1973, bertujuan untuk memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak di pedesaan dan perkotaan dengan penduduk berpenghasilan rendah.
SD Inpres dikenal sebagai “sekolah kecil” karena fokusnya pada daerah-daerah terpencil, menyediakan fasilitas pendidikan dasar untuk anak-anak yang sebelumnya tidak memiliki akses. Pembangunan ini tidak hanya meningkatkan angka partisipasi sekolah, tetapi juga membantu menurunkan angka buta huruf di Indonesia. Hingga periode 1993/1994, tercatat hampir 150.000 unit SD Inpres telah dibangun, dengan lebih dari satu juta guru ditempatkan di seluruh negeri.
Baca juga: Pelantikan Pejabat Baru di Kemendikdasmen: Langkah Strategis Memajukan Pendidikan Nasional
Penelitian tentang program ini bahkan membawa pulang Hadiah Nobel Ekonomi pada 2019 untuk Esther Duflo, yang meneliti dampak SD Inpres terhadap pendidikan dan ekonomi. Studi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan SD Inpres berhubungan langsung dengan peningkatan pendidikan dan pendapatan masyarakat Indonesia.
Meskipun program ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk kualitas bangunan dan kecukupan guru, kontribusinya terhadap pembangunan pendidikan di Indonesia tidak dapat dipungkiri. SD Inpres tetap menjadi simbol kemajuan pendidikan di masa kepresidenan Soeharto. (tw)
Editor : Tri Wahyudi
BACA JUGA  Masyarakat Desa Pesido Kecamatan Jatiroto Antusias Sambut Program PTSL Terintegrasi 2025

Penulis

Artikel ini telah dibaca 40 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tamu se-Nusantara Dibikin Ketagihan Kuliner Jawa Tengah

12 September 2026 - 15:11 WIB

Menag RI Puji Kesiapan Jateng Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional

12 September 2026 - 14:47 WIB

Gara-gara Cemburu, Suami di Tulungagung Bakar Mobil Tetangga

12 September 2026 - 07:45 WIB

MTQ Nasional di Jateng Jadi Momen Pulang ke “Rumah Kedua” Gubernur Kaltara

12 September 2026 - 06:57 WIB

Menag Nasaruddin Umar: Jadikan Al-Qur’an sebagai “Living Qur’an”

11 September 2026 - 20:07 WIB

Olahraga Pagi Sambil Cek Kesehatan Gratis, Biddokkes Polda Jateng Layani 150 Warga di Lapangan Sidodadi

11 September 2026 - 11:11 WIB

Trending di Berita Terkini