Petrus Parningotan Silalahi: Video Lama Disebar dengan Narasi Menyesatkan
Panselanews.com [SRAGEN] – Jagat media sosial dihebohkan oleh video viral yang menampilkan seekor anjing dikuliti hidup-hidup, dengan narasi menyebut peristiwa itu terjadi di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Namun, Kapolres Sragen, AKBP Petrus Parningotan Silalahi, dengan tegas membantah kebenaran informasi tersebut pada Minggu (08/06/2025). “Saya sudah cek, tidak ada kejadian itu di Sragen,” ujarnya.
Pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan mendalam terkait video yang memperlihatkan anjing dengan kaki terikat dan dikuliti layaknya penyembelihan hewan kurban. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video tersebut kemungkinan besar merupakan kejadian lama dari wilayah lain, sengaja disebarkan kembali dengan narasi menyesatkan untuk memicu keresahan. “Kuat dugaan ini video lama yang diposting ulang dengan klaim seolah-olah terjadi di Sragen,” jelas AKBP Petrus.
Jajaran Polres dan Polsek Sragen telah dikerahkan untuk memverifikasi informasi tersebut, termasuk pengecekan di lapangan dan analisis digital. Hingga kini, kepolisian memastikan tidak ada laporan atau bukti kejadian serupa di wilayah hukum Sragen. Penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk melacak sumber penyebaran video tersebut. Menurut data Divisi Humas Polri, kasus penyebaran hoaks melalui media sosial meningkat 15% sepanjang 2024-2025, terutama menjelang agenda nasional seperti Pilkada.
AKBP Petrus mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan media sosial dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. “Hoaks seperti ini bisa memicu keresahan. Kami harap warga lebih kritis dan melapor jika menemukan konten mencurigakan,” tegasnya. Ia juga menegaskan bahwa pelaku penyebar hoaks dapat dijerat Pasal 28 ayat (1) UU ITE dengan ancaman hukuman hingga 6 tahun penjara.
Editor: Tri Wahyudi









