Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 7 Okt 2025 21:03 WIB

Waduh! Ribuan Orang di Blitar Alami Gangguan Jiwa, Didominasi Laki-laki


					Waduh! Ribuan Orang di Blitar Alami Gangguan Jiwa, Didominasi Laki-laki Perbesar

Foto: ilustrasi

 

PanselaNews.com [BLITAR] – Dua ribu orang lebih warga Kabupaten Blitar menderita gangguan jiwa, atau Orang Dengan Ganguan Jiwa [ODGJ] yang didominasi oleh laki-laki.

Hal tersebut terjadi karena beberapa faktor pemicu, diantaranya adalah faktor genetik, sosial ekonomi dan Pemutusan Hubungan Kerja [PHK].

Sub koordinator Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan [Dinkes] Kabupaten Blitar, Hyndra Satria mengatakan bahwa, data terkini tercatat ada 2.420 Orang Dengan Gangguan Jiwa [ODGJ] di Kabupaten Blitar.

BACA JUGA  Masyarakat Keluhkan Bau Tak Sedap, Bupati dan DPRD Wonogiri Sidak ke PT Arena Agro Andalan

Dari data tersebut diketahui 1.374 orang merupakan laki-laki dan 1.046 orang perempuan.

“Ada beberapa faktor yang menjadi pemicu mereka menderita gangguan jiwa, di antaranya adalah faktor genetik atau keturunan, dilanjutkan karena sosial ekonomi dan Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK,” kata Sub koordinator Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Kabupaten Blitar, Hyndra Satria, Selasa, 7 Oktober 2025.

Menurut Hyndra, tiga faktor tersebut yang paling banyak memicu ribuan orang mengalami masalah mental sehingga masuk kategori ODGJ.

BACA JUGA  Pemeriksaan PPAT Salah Satu Monitoring dan Evaluasi Dalam Rangka Pengaturan Tanah Komunal, Hubungan Kelembagaan dan PPAT

Pihaknya memastikan ODGJ tersebut sudah mendapat penanganan seperti pengobatan rutin ke Puskesmas sesuai wilayah, dikonsultasikan ke psikiatri RSUD Ngudi Waluyo Wlingi atau sewaktu ada jadwal kunjungan psikiatri ke Puskesmas, Pelayanan Posyandu Jiwa di beberapa tempat, serta bekerja sama dengan lintas sektor, seperti Desa, Babinsa, Babinkantib, relawan dan yang lainnya.

“Untuk ODGJ yang dilaporkan mengalami gaduh, gelisah serta membahayakan, maka akan dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa [RSJ],” pungkasnya.

BACA JUGA  Polda Jateng Apresiasi Masyarakat dan Petugas, Perayaan Natal di Jawa Tengah Aman dan Kondusif

 

Untuk diketahui bahwa sebelumnya Dinkes Kabupaten Blitar telah mencatat, di tahun 2025 selama Januari hingga Juni 2025 terdapat 2.270 orang warga menderita gangguan jiwa. Dan dari jumlah tersebut, 2.020 orang atau 89 persennya sudah masuk kategori ODGJ berat.

 

Editor: Sarno Kenes

Sumber: infobanua.co.id

Penulis

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wamen Dikdasmen Tinjau Pembelajaran Digital di SD Kanisius Wonogiri, Polisi Pastikan Pengamanan Kondusif

15 April 2026 - 20:40 WIB

Jelang Iduladha, Jateng Gencarkan Layanan Kesehatan Hewan Keliling Cegah Penyakit Ternak

15 April 2026 - 20:20 WIB

Guru PAI Garda Terdepan Akhlak: Mursyidi Tegaskan Kemuliaan Profesi Guru Tak Lekang oleh Waktu

15 April 2026 - 18:17 WIB

BPBD Jateng Gercep Tangani Banjir Solo Raya, dari Evakuasi Hingga Kebut Pompanisasi

15 April 2026 - 18:02 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Cek Lokasi Banjir Solo Raya, Pastikan Penanganan Segera

15 April 2026 - 16:51 WIB

Persatuan Jurnalis Wonogiri Gelar Maksi dan Halalbihalal, Solidaritas Wartawan Kian Menguat

15 April 2026 - 12:33 WIB

Trending di Berita Terkini