Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 9 Mar 2026 16:27 WIB

Wagub Jateng Dukung Penuh Penguatan Gizi dan Literasi Al-Qur’an untuk Santri


					Wagub Jateng Dukung Penuh Penguatan Gizi dan Literasi Al-Qur’an untuk Santri Perbesar

 

 

PanselaNews.com  [SEMARANG] – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengapresiasi peluncuran program Gerakan Alquran dan Gizi untuk Santri (AGUS), yang diinisiasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Program tersebut dinilai menjadi langkah konkret untuk memperkuat kualitas santri, baik dari sisi pendidikan Al-Qur’an, maupun pemenuhan gizi.

Apresiasi itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat menghadiri peluncuran program AGUS di Pondok Pesantren Al Uswah, Gunungpati, Kota Semarang, Minggu (8/3/2026). Menurutnya, program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus mendukung program nasional pemenuhan gizi masyarakat.

“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengapresiasi PBNU dan seluruh jaringan NU yang ikut menyukseskan dua program ini, yaitu penguatan pembelajaran Al-Qur’an melalui distribusi mushaf, serta dukungan terhadap pemenuhan makanan bergizi,” ujar wagub.

BACA JUGA  Sertijab Dilingkup Polres Wonogiri, Kasat Narkoba AKP Subroto Digantikan AKP Slamet Mulyanto

Ditambahkan, selama ini Pemprov Jateng juga memberikan perhatian terhadap pendidikan Al-Qur’an. Seperti, pemberian tali asih kepada para penghafal Al-Qur’an, sebagai bentuk penghargaan dan motivasi bagi generasi muda untuk terus mencintai serta mempelajari Al-Qur’an.

“Dengan adanya distribusi mushaf ini, kami berharap semakin banyak santri yang terdorong untuk mempelajari, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an,” kata Taj Yasin.

Program AGUS diluncurkan dengan distribusi 100 ribu mushaf Al-Qur’an senilai sekitar Rp10 miliar, serta bantuan 20 ton telur bagi pesantren. Inisiatif itu digagas oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU, bekerja sama dengan Yayasan Al Fatihah.

Manajer Program AGUS, Ulun Nuha menjelaskan, kebutuhan terhadap dukungan bagi santri masih cukup besar. Berdasarkan data Kementerian Agama, terdapat lebih dari 28 ribu pesantren yang berafiliasi dengan NU dengan sekitar 1,6 juta santri mukim, bahkan diperkirakan mencapai lima juta santri secara keseluruhan.

BACA JUGA  Satlantas Polres Wonogiri Turunkan Tim Urai, Arus Lalu Lintas Jelang Tahun Baru Terkendali

Dia menyebutkan, di sejumlah pesantren masih ditemukan keterbatasan mushaf Al-Qur’an, sehingga santri harus bergantian saat belajar.

Selain itu, sejumlah riset juga menunjukkan masih adanya persoalan gizi di kalangan santri, termasuk temuan penelitian yang menyebut lebih dari 50 persen santri perempuan mengalami kekurangan gizi.

“Santri adalah masa depan kita. Oleh karena itu RMI PBNU bekerja sama dengan yayasan Al Fatihah, meluncurkan program Gerakan Al-Qur’an dan Gizi untuk Santri,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, mengatakan program AGUS juga menjadi bagian dari ikhtiar organisasi, untuk memperkuat kontribusi pesantren dalam mendukung program pemenuhan gizi nasional.

BACA JUGA  Beruntung, Kalah Dua Kali Timnas Indonesia U-24 Bisa Lolos 16 Besar di Asian Games

Dikatakan, PBNU telah menjalin kerja sama dengan pemerintah, untuk membantu pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah. Hingga kini hampir 200 titik telah diresmikan, dan lebih dari 300 lainnya sedang dalam proses.

Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan semakin banyak santri yang mendapatkan akses terhadap makanan bergizi, sekaligus dukungan sarana belajar Al-Qur’an yang memadai.

“Alhamdulillah sore hari ini, RMI meluncurkan satu lagi program yang menjadi wujud ikhtiar untuk menyumbangkan bantuan, menambah yang dirasakan sebagai kebutuhan di lingkungan ponpes,” tuturnya.

Editor: Sarno Kenes

Penulis

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wamen Dikdasmen Tinjau Pembelajaran Digital di SD Kanisius Wonogiri, Polisi Pastikan Pengamanan Kondusif

15 April 2026 - 20:40 WIB

Jelang Iduladha, Jateng Gencarkan Layanan Kesehatan Hewan Keliling Cegah Penyakit Ternak

15 April 2026 - 20:20 WIB

Guru PAI Garda Terdepan Akhlak: Mursyidi Tegaskan Kemuliaan Profesi Guru Tak Lekang oleh Waktu

15 April 2026 - 18:17 WIB

BPBD Jateng Gercep Tangani Banjir Solo Raya, dari Evakuasi Hingga Kebut Pompanisasi

15 April 2026 - 18:02 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Cek Lokasi Banjir Solo Raya, Pastikan Penanganan Segera

15 April 2026 - 16:51 WIB

Persatuan Jurnalis Wonogiri Gelar Maksi dan Halalbihalal, Solidaritas Wartawan Kian Menguat

15 April 2026 - 12:33 WIB

Trending di Berita Terkini