PanselaNews.com, Jakarta – Rekrutmen terpadu Polri resmi dibuka pada 5 Februari 2025 dan akan berlangsung hingga 6 Maret 2025. Menjelang empat hari sebelum penutupan, antusiasme masyarakat tercermin dari jumlah pendaftar yang mencapai 126.524 orang. Para calon anggota Polri ini berasal dari berbagai jalur, yaitu Tamtama, Bintara, dan Akademi Kepolisian (Akpol). Tingginya partisipasi ini menunjukkan minat besar masyarakat untuk bergabung dalam institusi kepolisian Indonesia.
Proses seleksi rekrutmen Polri 2025 dirancang dengan tahapan yang ketat untuk memastikan kualitas calon anggota. Tahapan tes meliputi pemeriksaan kesehatan, tes psikologi, ujian akademik, tes jasmani, serta verifikasi administrasi dan latar belakang. Setiap tahap bertujuan menyeleksi kandidat yang kompeten, berintegritas, dan siap mengabdi sebagai anggota Polri.
Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M. Si., M.M., memberikan pesan penting kepada masyarakat terkait proses rekrutmen ini. Dalam pernyataannya, ia mengatakan, “Berpegang teguh pada diri sendiri dan jangan percaya pihak manapun yang menjanjikan kemudahan.” Ia menegaskan bahwa rekrutmen dilakukan berdasarkan prinsip BETAH—Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis—yang memungkinkan peserta memantau nilai dan hasil tes secara real-time.
Baca juga: Kapolri: Selamat Menjalankan Ibadah Puasa, Momentum Berlomba-Lomba Dalam Kebaikan
Prinsip BETAH menjadi landasan utama untuk menjamin proses seleksi yang adil dan bebas kecurangan. Dengan sistem transparan, peserta dapat melihat perkembangan mereka secara langsung, sehingga meningkatkan kepercayaan terhadap proses rekrutmen Polri. Komjen Dedi juga mengimbau calon peserta untuk mempersiapkan diri dengan baik dan menjaga integritas selama mengikuti tahapan seleksi.
Sumber: @DivHumas_Polri











