Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Jawa Timur · 18 Feb 2026 15:03 WIB

Gula Aren Organik Asal Pacitan Tembus Pasar Ekspor Global


					Gula aren organik Pacitan tembus pasar Eropa hingga Australia. (Foto :  ditjenbun.pertanian.go.id). Perbesar

Gula aren organik Pacitan tembus pasar Eropa hingga Australia. (Foto :  ditjenbun.pertanian.go.id).

PanselaNews.com [PACITAN] – Pasar ekspor global bukanlah sebuah momok yang harus ditakuti oleh masyarakat Indonesia. Pekebun gula aren organik asal Kabupaten Pacitan, Jawa Timur membuktikan mereka berhasil menembus pasar ekspor global. Produk gula aren organik tersebut kini telah dipasarkan hingga ke Belanda, Malaysia, dan Australia.

Pekebun yang tergabung dalam Kelompok Tani Akur X melalui badan usaha CV Temon Agro Lestari, Desa Temon, Kecamatan Arjosari, mencatatkan pengiriman gula aren organik ke Belanda sebanyak 1 ton. Ke Malaysia 10 ton, serta ke Australia sebesar 500 kilogram.

Kelompok Tani Akur X  berada di bawah binaan Kementerian Pertanian. Khususnya Direktorat Jenderal Perkebunan, melalui Program Desa Pertanian Organik Berbasis Komoditas Perkebunan.

BACA JUGA  Dinas Kominfo Trenggalek Gelar Bimtek Perbaiki Sandi Electoral di Seluruh OPD

Program ekspor gula aren tersebut mendorong pengembangan komoditas perkebunan berkelanjutan yang berorientasi pada peningkatan daya saing dan akses pasar ekspor.

Melalui serangkaian kegiatan pendampingan, Direktorat Jenderal Perkebunan memfasilitasi berbagai dukungan. Mulai dari bantuan ternak ruminansia, sarana dan prasarana pembuatan pupuk kompos. Hingga pelatihan pra-sertifikasi dan fasilitasi sertifikasi organik.

Fasilitasi tersebut mendorong pekebun memproduksi pupuk kompos secara mandiri dan menerapkannya di lahan perkebunan. Hingga saat ini, lahan aren yang telah tersertifikasi organik mencapai 15,66 hektare dengan melibatkan 25 pekebun. Serta memiliki potensi produksi sekitar 18 ton per tahun.

Manfaat sertifikasi organik pun dirasakan langsung oleh pekebun, karena memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Harga jual gula aren pun meningkat. Dari sebelumnya Rp20.000 per kilogram menjadi Rp30.000 per kilogram. Artinya naik 50% dibandingkan produk konvensional.

BACA JUGA  "Ora Ono Sing Ditinggal": Tagline Tim Transisi Jateng untuk Pembangunan Inklusif

Dalam pengembangan komoditas perkebunan berorientasi ekspor, Ditjen Perkebunan terus memperkuat sinergi lintas sektor dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Termasuk dunia usaha, guna memperluas akses pasar dan mendorong hilirisasi produk perkebunan.

Sebagai bagian dari dukungan terhadap ekspor komoditas perkebunan, pada Jum’at, 13 Februari 2026 dilaksanakan pelepasan ekspor gula aren organik produksi Kelompok Tani Akur X. Difasilitasi melalui kemitraan dengan sektor swasta.

Secara terpisah, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa keberhasilan ekspor gula aren organik dari Pacitan menjadi bukti nyata daya saing produk perkebunan rakyat di pasar global.

BACA JUGA  Nyoto Bareng Anak Difabel Semarang, Cara Sederhana Ahmad Luthfi Berbagi Kebahagiaan

“Kementerian Pertanian terus mendorong hilirisasi, sertifikasi, dan pengembangan desa ekspor agar nilai tambah dan manfaat ekonomi benar-benar dirasakan oleh petani,” ujar Mentan Amran dilansir dari ditjenbun.pertanian.go.id.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (plt) Direktur Jenderal Perkebunan Abdul Roni Angkat menegaskan bahwa pendampingan berkelanjutan melalui Program Desa Pertanian Organik telah meningkatkan kualitas dan nilai jual. Serta akses pasar produk gula aren, bahkan hingga ke manca negara.

“Ke depan, Ditjen Perkebunan akan terus memperluas pembinaan agar semakin banyak pekebun yang naik kelas dan berorientasi ekspor,”  pungkas Ahmad Roni Angkat.

 

Penulis

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya Resmi Jabat Kapolres Trenggalek

28 Juli 2026 - 19:24 WIB

Wabup Syah Buka Mutiara Under Water Festival and Concervation ke-4

28 Juli 2026 - 15:47 WIB

Hartanto Boechori: Pak Presiden Jurnalis Bukan “Londo Ireng”

26 Juli 2026 - 05:42 WIB

Satlantas Polres Trenggalek Sabet Predikat Validasi ETLE Terbaik Tingkat Polda Jatim

24 Juli 2026 - 14:02 WIB

Bupati Mas Ipin Undang Salah Satu Warganya ke Pendopo 

23 Juli 2026 - 15:04 WIB

Ketua Umum PJI Respons Kelakuan Hotman Paris Hutapea

23 Juli 2026 - 06:35 WIB

Trending di Berita Terkini