Kasatreskrim Polres Wonogiri, Iptu Agung Sadewo, saat memberikan keterangan kepada awak media di Mapolres Wonogiri, Rabu (24/12/2025)
PanselaNews.com[WONOGIRI] – Kasus bullying di dunia pendidikan seakan tak ada ujungnya dan selalu memakan korban. Baru-baru ini, kasus baru bullying terungkap di sebuah pondok pesantren Santri Manjung, Desa Manjung, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
Seorang santri laki-laki berinisial MMA (12) meninggal dunia diduga akibat bullying oleh sesama santri. Penyidik Reskrim Polres Wonogiri menetapkan 4 orang tersangka dalam kasus kematian MMA.
Keempat orang tersebut berinisial AL (9), AG (14), AL(14) dan NS (10).
Mereka diduga melakukan penganiayaan terhadap korban.
Pernyataan itu disampaikan Kasatreskrim Polres Wonogiri, Iptu Agung Sadewo mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Wahyu Sulistyo kepada para wartawan di Mapolres Wonogiri pada Rabu, 24 Desember 2025.
“Tersangka ditetapkan setelah melalui proses penyelidikan dan penyidikan lanjutan dalam kasus meninggalnya seorang santriwan Ponpes Santri Manjung. Mereka memukul dan menendang korban,” kata Iptu Agung.
Agung menyebut munculnya AL sebagai tersangka terkuak setelah penyidik melakukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi sesuai prosedur. AL juga telah mengakui turut menganiaya korban pada Minggu, 14 Desember 2025.
Lebih lanjut Agung menyatakan penyidik masih terus mendalami kasus tersebut sehingga tidak menutup kemungkinan jumlah pelaku akan bertambah.
“Proses pemeriksaan masih terus berjalan. Termasuk pemeriksaan terhadap empat pengurus ponpes dan pengelola pondok,” ujarnya.
Agung mengaku prihatin atas kejadian itu dan diharapkan menjadi yang terakhir. “Lembaga pondok pesantren semestinya menjadi pelindung santri dengan pemahaman ilmu agamanya,” kata dia.
Kasat Reskrim mengatakan korban mengalami luka memar di tubuhnya. Jenazah korban MMA telah dilakukan autopsi pada Jumat, 19 Desember 2025 lalu, namun hasil pemeriksaan belum keluar.
”Kami melakukan pemeriksaan sesuai dengan aturan kepada anak. Didampingi oleh Bappas, Kemensos, dan penasehat hukum,” tutupnya.
Diketahui korban MMA meninggal dunia pada Senin, 15 Desember 2025 di salah satu rumah sakit swasta di Selogiri, Wonogiri.
Sebelum MMA dinyatakan meninggal dunia, orang tuanya sempat menjenguk korban sehari sebelumnya untuk memberikan uang saku guna mengikuti piknik ke Gunungkidul bersama santri lainnya.
Namun, orang tua mendapati anaknya tidak sadarkan diri di kamar dalam kondisi tengkurap. Korban diduga dianiaya pada Sabtu dan Minggu. Korban telah dimakamkan di pemakaman umum desanya di Jatiyoso, Karanganyar.
Editor: Sarno Kenes









