Kerja Sama Petani dan TNI-Polri Jadi Pionir Kesejahteraan Jateng
Panselanews.com [PATI] – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengapresiasi Pemkab Pati atas kerja sama dengan TNI-Polri untuk swasembada pangan dan kesejahteraan petani. Ia berharap model ini direplikasi kabupaten/kota lain. “Saya apresiasi Bupati Pati, ini perlu dicontoh agar swasembada pangan Jateng tercover,” ujarnya di Pendopo Kabupaten Pati, Kamis, 8 Mei 2025.

Ahmad Luthfi apresiasi Pati gandeng TNI-Polri untuk swasembada pangan, 8/5/2025. Target 10 ton/ha, petani sejahtera. (Foto: Zulkarnain)
Acara penandatanganan dukungan TNI-Polri dihadiri 511 Babinsa, 254 Bhabinkamtibmas, Wakapolresta Pati, Dandim 0718/Pati, serta pejabat Pemkab Pati. Luthfi menekankan TNI-Polri harus aktif di lapangan, dari pemetaan wilayah rawan kekeringan hingga mengawal panen, untuk mendukung petani secara nyata.
“Pemda tak bisa jalan sendiri. Dukungan TNI-Polri secara de jure dan de facto sangat penting untuk swasembada pangan,” kata Luthfi. Ia mencatat Jateng surplus padi 8,8 juta ton dari 1,5 juta hektare pada 2024, berkontribusi 16,5% kebutuhan nasional, dan harus terus ditingkatkan.
Bupati Pati Sudewo menargetkan produktivitas padi naik dari 6,5 ton menjadi 10 ton per hektare melalui program “10 Ton Bisa”. “Ini kesempatan emas untuk kesejahteraan petani dengan dukungan kebijakan pupuk dan harga panen,” ujarnya. Program ini didukung kepala desa dan TNI-Polri.
Pati surplus 200 ribu ton padi dari produksi 350 ribu ton pada 2024, memenuhi kebutuhan lokal 150 ribu ton. “Petani harus sejahtera, kami siapkan komoditas unggulan selain padi,” kata Sudewo. Kolaborasi ini diharapkan jadi pionir swasembada pangan dan kesejahteraan di Jateng.










