Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 26 Feb 2026 20:01 WIB

Ahmad Luthfi Minta Perkuat Pencegahan Narkoba, Semarang dan Solo Jadi Prioritas


					Ahmad Luthfi Minta Perkuat Pencegahan Narkoba, Semarang dan Solo Jadi Prioritas Perbesar

 

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima audiensi Kepala BNNP Jateng Toton Rasyid, di ruang kerjanya, Kamis (26/2/2026). Foto:Dok.Humas Jateng

 

 

PanselaNews.com  [SEMARANGi] – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta kepada Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) setempat, agar memperkuat upaya pencegahan narkoba.

Hal itu disampaikan saat menerima audiensi Kepala BNNP Jateng Toton Rasyid, di ruang kerjanya, Kamis, 26 Februari 2026.

Menurut Luthfi, upaya-upaya pencegahan perlu dilakukan secara konsisten. Langkahnya tidak hanya bisa selesai dengan acara seremonial. Tapi perlu dilakukan secara masif.

BACA JUGA  Gudang Sentoso Seal Disegel, Tahan 31 Ijazah dan Tak Miliki TDG

Gubernur meminta agar program pencegahan seperti Kampung Bersinar (Bersih dari Narkoba) dan Kampung Tangguh diperkuat lagi, dengan mengadakan berbagai kegiatan di tingkat desa dan kelurahan. Menurutnya, pelibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan berantas narkoba.

“Paling penting kampung bersinar dan tangguh itu diekspose lagi,” tegas Luthfi.

Sejauh ini, Pemprov Jateng juga memberikan dukungan anggaran yang terus meningkat kepada BNNP jateng. Tercatat, hibah yang diberikan sebesar Rp200 juta pada 2022 dan 2023, naik menjadi Rp750 juta pada 2024, serta Rp1,5 miliar pada 2025 dan 2026.

BACA JUGA  Kapolres Wonogiri Cek Ketersediaan Bapokting untuk Ramadan dan Idul Fitri 1445 H

Dalam kesempatan itu, Luthfi meminta kepada BNNP Jateng menjadikan wilayah Semarang dan Solo menjadi prioritas perhatian, karena merupakan daerah dengan tingkat kerawanan tinggi.

Dia juga meminta BNNP mendata kabupaten/ kota yang belum memiliki Badan Narkotika Nasional Kabupaten/ Kota (BNNK), agar dapat didorong pembentukannya.

Sementara itu, Kepala BNNP Jateng, Toton Rasyid menyampaikan apresiasi, atas dukungan Pemprov Jateng dalam upaya-upaya pemberantasan narkoba.
“Ke depan, kami berharap terus mendapatkan dukungan, termasuk untuk penguatan fasilitas rehabilitasi rawat inap,” ujarnya.

Toton menuturkan, saat ini fasilitas rumah sakit untuk rehabilitasi masih terbatas, rata-rata hanya tersedia sekitar 10 tempat tidur. Setiap tahun BNNP Jateng rata-rata hanya mampu merehabilitasi sekitar 500 orang.

BACA JUGA  HUT ke-80 TNI di Monas, Atraksi Menarik dan Panggung Rakyat Siap Hibur Masyarakat

Dia berharap, hal itu bisa ditingkatkan.
Saat ini, lanjut dia, baru sembilan kabupaten/ kota di Jateng yang memiliki BNNK. Ke depan, pihaknya membuka opsi penguatan berbasis zonasi, untuk memaksimalkan pencegahan.

Audiensi tersebut juga membahas pentingnya kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi narkoba sebagai extraordinary crime.

Sumber: Humas Jateng

Penulis

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tamu se-Nusantara Dibikin Ketagihan Kuliner Jawa Tengah

12 September 2026 - 15:11 WIB

Menag RI Puji Kesiapan Jateng Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional

12 September 2026 - 14:47 WIB

Gara-gara Cemburu, Suami di Tulungagung Bakar Mobil Tetangga

12 September 2026 - 07:45 WIB

MTQ Nasional di Jateng Jadi Momen Pulang ke “Rumah Kedua” Gubernur Kaltara

12 September 2026 - 06:57 WIB

Menag Nasaruddin Umar: Jadikan Al-Qur’an sebagai “Living Qur’an”

11 September 2026 - 20:07 WIB

Olahraga Pagi Sambil Cek Kesehatan Gratis, Biddokkes Polda Jateng Layani 150 Warga di Lapangan Sidodadi

11 September 2026 - 11:11 WIB

Trending di Berita Terkini