Menko Infrastruktur Tekankan Pendekatan Proaktif dan Teknologi dalam Pembangunan
PanselaNews.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur nasional ke depan harus berbasis pemahaman risiko dan data ilmiah. Dalam Webinar Nasional bertajuk “Refleksi Banjir Jabodetabek: Strategi Tata Ruang dan Mitigasi Cuaca Ekstrem” yang disiarkan melalui YouTube BMKG pada Senin (24/3/2025), AHY menyoroti pentingnya integrasi data meteorologi, klimatologi, dan geofisika dari BMKG dalam perencanaan. “Termasuk data meteorologi, klimatologi, dan geofisika yang selama ini dikelola oleh BMKG. Kemudian diintegrasikan ke dalam sistem perencanaan pembangunan dan tata ruang secara menyeluruh,” ujarnya.
AHY menekankan bahwa ketahanan iklim dan kebencanaan harus menjadi praktik utama, bukan sekadar wacana. “Saya berprinsip, pengarus utamaan ketahanan iklim dan kebencanaan tidak boleh hanya menjadi wacana dalam dokumen perencanaan pembangunan infrastruktur. Tetapi harus menjadi mainstream practice dalam setiap proses pembangunan,” katanya. Pendekatan ini mencakup desain teknis, pemilihan lokasi, hingga strategi operasional, dengan fokus pada langkah proaktif untuk membangun daya tahan terhadap bencana, bukan hanya reaktif pasca-kejadian.
Lebih lanjut, AHY mendorong adopsi solusi inovatif dalam pembangunan infrastruktur. “Termasuk nature-based solutions, pemanfaatan big data, dan early warning system berbasis teknologi yang dapat diakses publik secara luas,” ucapnya. Ia menilai pendekatan ini dapat meminimalkan dampak cuaca ekstrem, seperti banjir yang kerap melanda Jabodetabek. Kolaborasi lintas sektor, melibatkan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya, menjadi kunci untuk mewujudkan terobosan dalam mitigasi bencana yang lebih preventif.
Baca juga: Menko AHY: Jawa Timur Kunci Ketahanan Pangan Nasional Lewat Infrastruktur
“Harus ada terobosan-terobosan dan keberanian dari kita semua untuk bukan hanya menanggulangi pasca bencana. Tetapi yang lebih penting dan jauh lebih berguna adalah ketika kita bisa menghadirkan langkah-langkah preventif dan mitigative,” tegas AHY. Dengan memanfaatkan teknologi dan data akurat, ia optimistis infrastruktur nasional dapat lebih tangguh menghadapi tantangan iklim. Webinar ini menjadi panggilan untuk mengubah paradigma pembangunan, menjadikan ketahanan sebagai prioritas utama di tengah ancaman cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.(*)









