Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 29 Nov 2025 19:26 WIB

ASN Pemprov Jateng Wajib Bersarung di Hari Jumat: Lebih Bersahaja, UMKM Ikut Berkah


					ASN Pemprov Jateng Wajib Bersarung di Hari Jumat: Lebih Bersahaja, UMKM Ikut Berkah Perbesar

Foto: Diskominfo Jateng

 

PanselaNews.com [SEMARANG ]– Kebijakan bersarung atau bergamis bagi pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, ikut menggerakkan roda ekonomi UMKM. Selain itu, wajah birokrasi dinilai semakin bersahaja, tanpa mengurangi kualitas layanan publik.

Pedagang pakaian batik di Pasar Tiban Jumat Mugassari, Ainun, mengaku dagangannya meningkat sejak aturan itu berlaku. Selama sebulan terakhir, setidaknya satu kodi batik telah terjual.

“Biasanya paling laku satu potong, itu pun tidak tentu. Kemarin alhamdulillah bisa lima sampai enam potong. Saya jualan hanya setiap Jumat, dan selama sebulan ini kira-kira sudah laku satu kodi,” ujarnya, Jumat, 28 Nopember 2025.

BACA JUGA  Kisah Haru di Jalur Mudik, Sulaiman dan Keluarga Dapat Bantuan Polisi Hingga Bertemu Sang Adik Setelah 13 Tahun

Ainun menjual batik-batik asal Pekalongan dengan harga bervariasi, mulai Rp50 ribu hingga Rp150 ribu. Tidak hanya sarung, tetapi juga gamis dan baju batik.

“Alhamdulillah jadi banyak pembeli. Semoga terus pakai batik,” harapnya.

Di Samsat Semarang II Srondol, layanan pembayaran pajak tetap berjalan normal. Meski mengenakan sarung atau gamis, para petugas tetap sigap melayani wajib pajak.

Salah seorang wajib pajak, Aji, mengatakan proses pembayaran tetap lancar. Ia menilai pakaian petugas justru memberi ciri khas.

BACA JUGA  Polda Jatim Bongkar Jaringan Narkoba Internasional 21 Kg Sabu Senilai 22 Milyar Disita

“Lebih familiar, karena tampilannya beda dengan pengunjung lain. Jadi bisa tahu mana petugas,” ujarnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPPD Samsat II Kota Semarang, Chairunisa menegaskan, tidak ada kendala dalam pelayanan. Menurutnya, budaya memakai sarung telah beradaptasi dengan zaman.

“Dengan tuntutan kerja yang dinamis, penggunaan sarung dan gamis tidak menjadi masalah. Justru memberi suasana menyejukkan,” katanya.

Di tempat lain, Kepala SMAN 6 Semarang, Yuwana mengatakan, suasana sekolah menjadi lebih egaliter sejak kebijakan itu diterapkan. Kegiatan belajar-mengajar pun berjalan tanpa hambatan.

BACA JUGA  Dewandaru dan Ngloram Jadi Bandara Perintis, Topang Investasi Jateng

“Lebih luwes. Jumat kami memakai sarung atau gamis, dan ternyata mengajar tetap nyaman. Pakai baju putih dan bersandal,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebagian besar guru dan tenaga pendidik sudah memiliki pakaian dan sarung tersebut, sebelum peraturan gubernur dirilis. Kebijakan ini juga bersifat fleksibel.

“Kalau jadwal olahraga tetap memakai seragam olahraga. Untuk rekan yang nonmuslim, jika tidak nyaman memakai sarung, boleh memakai celana,” pungkasnya. (*)

Sumber: Diskominfo Jateng

Penulis

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

KPK RI Jadikan Pemprov Jateng “Pilot Project” Perizinan MBLB

13 Juni 2026 - 14:03 WIB

Tingkatkan Kapabilitas Digital Personel, Bidhumas Polda Jateng Gelar Latkatpuan Humas Berbasis AI

13 Juni 2026 - 08:28 WIB

Komplotan Pencuri Sepeda Motor Lintas Kecamatan Ditangkap Polres Wonogiri, Dua Pelaku Diamankan

13 Juni 2026 - 07:13 WIB

Wabup Syah Sambut Baik SheHack Indosat, Kenalkan Tekhnologi Digital Kepada Pelaku UMKM Perempuan di Trenggalek

12 Juni 2026 - 13:38 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Siapkan Antisipasi Dampak Kenaikan BBM, Jaga Harga Pangan Tetap Terjangkau

12 Juni 2026 - 07:50 WIB

Civitas Pencak Silat di Trenggalek Sepakat Jaga Suro Aman dan Kondusif

12 Juni 2026 - 07:35 WIB

Trending di Berita Terkini