Festival Kreatif Ponorogo Tonjolkan Harmoni Seni dan Penanggulangan Bencana
Panselanews.com [PONOROGO] – Ponorogo Creative Festival (PCF) 2025 sukses digelar pada 22-24 Mei 2025 di area utara Alun-Alun Ponorogo, tepat di depan Patung Singa. Mengusung tema “PringHarmonic,” festival edisi keempat ini memadukan bambu sebagai simbol harmoni antara tradisi, seni kontemporer, penanggulangan bencana, dan pelestarian lingkungan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo turut andil melalui workshop bertajuk “Bambu: Dari Solusi Banjir ke Ekonomi Kreatif.” (Foto: BPBD Ponorogo)
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo turut andil melalui workshop bertajuk “Bambu: Dari Solusi Banjir ke Ekonomi Kreatif.” Workshop ini membahas potensi bambu sebagai material ramah lingkungan untuk mitigasi banjir, seperti pembuatan tanggul alami, sekaligus pemanfaatannya dalam industri kreatif. Selain itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Ponorogo memukau pengunjung dengan pertunjukan pantomim bertema kebencanaan, mengedukasi masyarakat tentang kesiapsiagaan bencana secara kreatif.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi, menyatakan PCF 2025 memperkuat posisi Ponorogo sebagai Kota Kreatif Indonesia. “Bambu bukan hanya simbol tradisi, tapi juga solusi inovatif untuk lingkungan dan ekonomi,” ujarnya. Acara ini juga mendukung upaya Ponorogo menuju UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2025, setelah sebelumnya belum berhasil masuk jaringan tersebut.
Festival ini menampilkan pameran seni kontemporer berbahan bambu, pertunjukan budaya Reog, dan stan UMKM yang memamerkan produk berbasis bambu. Ribuan pengunjung memadati Alun-Alun, menciptakan efek domino bagi ekonomi lokal. Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, menegaskan PCF 2025 bukan sekadar perayaan, tetapi wujud nyata kreativitas dan kolaborasi untuk kemajuan daerah.(*)
Editor: Tri Wahyudi









