Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 26 Mei 2025 18:52 WIB

Dari Tanggul Bambu ke Panggung Pantomim: BPBD Ponorogo Warnai PCF 2025


					Ponorogo Creative Festival (PCF) 2025 sukses digelar pada 22-24 Mei 2025 di area utara Alun-Alun Ponorogo, tepat di depan Patung Singa. (Foto: BPBD Ponorogo)

Perbesar

Ponorogo Creative Festival (PCF) 2025 sukses digelar pada 22-24 Mei 2025 di area utara Alun-Alun Ponorogo, tepat di depan Patung Singa. (Foto: BPBD Ponorogo)

Festival Kreatif Ponorogo Tonjolkan Harmoni Seni dan Penanggulangan Bencana

Panselanews.com [PONOROGO] – Ponorogo Creative Festival (PCF) 2025 sukses digelar pada 22-24 Mei 2025 di area utara Alun-Alun Ponorogo, tepat di depan Patung Singa. Mengusung tema “PringHarmonic,” festival edisi keempat ini memadukan bambu sebagai simbol harmoni antara tradisi, seni kontemporer, penanggulangan bencana, dan pelestarian lingkungan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo turut andil melalui workshop bertajuk “Bambu: Dari Solusi Banjir ke Ekonomi Kreatif.” (Foto: BPBD Ponorogo)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo turut andil melalui workshop bertajuk “Bambu: Dari Solusi Banjir ke Ekonomi Kreatif.” Workshop ini membahas potensi bambu sebagai material ramah lingkungan untuk mitigasi banjir, seperti pembuatan tanggul alami, sekaligus pemanfaatannya dalam industri kreatif. Selain itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Ponorogo memukau pengunjung dengan pertunjukan pantomim bertema kebencanaan, mengedukasi masyarakat tentang kesiapsiagaan bencana secara kreatif.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi, menyatakan PCF 2025 memperkuat posisi Ponorogo sebagai Kota Kreatif Indonesia. “Bambu bukan hanya simbol tradisi, tapi juga solusi inovatif untuk lingkungan dan ekonomi,” ujarnya. Acara ini juga mendukung upaya Ponorogo menuju UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2025, setelah sebelumnya belum berhasil masuk jaringan tersebut.

Festival ini menampilkan pameran seni kontemporer berbahan bambu, pertunjukan budaya Reog, dan stan UMKM yang memamerkan produk berbasis bambu. Ribuan pengunjung memadati Alun-Alun, menciptakan efek domino bagi ekonomi lokal. Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, menegaskan PCF 2025 bukan sekadar perayaan, tetapi wujud nyata kreativitas dan kolaborasi untuk kemajuan daerah.(*)

Editor: Tri Wahyudi

BACA JUGA  Masyarakat Diminta Waspada, Rentenir Berkedok Koperasi Marak di Wonogiri
Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wamen Dikdasmen Tinjau Pembelajaran Digital di SD Kanisius Wonogiri, Polisi Pastikan Pengamanan Kondusif

15 April 2026 - 20:40 WIB

Jelang Iduladha, Jateng Gencarkan Layanan Kesehatan Hewan Keliling Cegah Penyakit Ternak

15 April 2026 - 20:20 WIB

Guru PAI Garda Terdepan Akhlak: Mursyidi Tegaskan Kemuliaan Profesi Guru Tak Lekang oleh Waktu

15 April 2026 - 18:17 WIB

BPBD Jateng Gercep Tangani Banjir Solo Raya, dari Evakuasi Hingga Kebut Pompanisasi

15 April 2026 - 18:02 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Cek Lokasi Banjir Solo Raya, Pastikan Penanganan Segera

15 April 2026 - 16:51 WIB

Persatuan Jurnalis Wonogiri Gelar Maksi dan Halalbihalal, Solidaritas Wartawan Kian Menguat

15 April 2026 - 12:33 WIB

Trending di Berita Terkini