PanselaNews.com, Putrajaya – Pada Senin (03/03), Perdana Menteri Malaysia, Dato’ Sri Anwar Ibrahim, menerima kunjungan resmi dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang dipimpin oleh Ketua Umumnya, Haedar Nashir, di Gedung Perdana Menteri Malaysia, Putrajaya. Kunjungan ini menjadi momen bersejarah yang tidak hanya mempererat hubungan Malaysia dan Indonesia, tetapi juga membahas beragam isu strategis bagi umat Islam.

Dato’ Sri Anwar Ibrahim terima kunjungan Muhammadiyah untuk bahas isu umat Islam./ Foto: @HaedarNs
Di akun Instagram resminya, @Anwaribrahim_MY, Anwar Ibrahim mengungkapkan rasa terima kasih dan kebanggaannya atas kehadiran delegasi Muhammadiyah. “Hari ini saya berkesempatan menerima kunjungan hormat delegasi pimpinan Muhammadiyah, sebuah pertubuhan Islam dari Indonesia,” tulisnya penuh antusias.
Pertemuan ini tidak hanya berisi perbincangan formal, tetapi juga nuansa nostalgia saat Anwar mengenang pengalaman masa lalu dengan tokoh Muhammadiyah, termasuk Buya Hamka. “Kami berbincang mengenai idea Madani yang telah saya kemukakan di Festival Istiqlal di Jakarta,” ungkapnya. Anwar menjelaskan konsep “Madani” yang dipilihnya, mencerminkan nilai dan makna yang berbeda dari istilah Barat.
Dalam diskusi yang berlangsung hangat, Anwar dan delegasi Muhammadiyah membahas tantangan yang dihadapi umat Islam saat ini. Topik pendidikan, peradaban, dan perkembangan geopolitik menjadi fokus utama perbincangan. “Kami juga bertukar pandangan mengenai cabaran besar umat Islam khususnya dalam bidang pendidikan dan peradaban,” lanjutnya.
Anwar menekankan pentingnya pertemuan semacam ini untuk memperkuat silaturahim sekaligus membangun keyakinan dan tekad antara kedua negara. “Pertemuan ini bukan sahaja penting dalam mengeratkan silaturahim antara Malaysia dan Indonesia,” katanya.
Baca juga: Tim Transisi Luthfi-Yasin Gandeng NU dan Muhammadiyah Jateng untuk Pembangunan Kolaboratif
Optimisme Anwar tetap tinggi bahwa kerja sama antara Malaysia dan Indonesia dapat mengarah pada pencapaian harapan bersama. “Insya-Allah, melalui kerja keras dan kemahuan yang tinggi, kedua negara dapat bekerja rapat demi masa depan yang lebih cerah,” tutupnya dengan penuh harapan.
Kunjungan ini tak hanya menandai komitmen kedua pihak untuk memperkuat kolaborasi dalam bidang pendidikan dan peradaban Islam, tetapi juga sebagai langkah awal menuju inisiatif bersama yang lebih konkret di masa depan. Semoga, baik Malaysia maupun Indonesia dapat terus memperdalam tali silaturahim antar negara serumpun dan mencapai ketahanan bersama dalam menghadapi tantangan global.










